Friday, December 17, 2010

Prosedur mengurus klaim Bank Mandiri

eh keknya aku dah pernah nulis yak?
gpp deh, ini yang uptodatenya

Ini pengalamanku mengurus klaim rekening tabungan Alm Bunda di Bank Mandiri Cab.Gejayen, Sleman, Yogyakarta.  semoga bisa membantu teman teman yang membutuhkan.  Untuk lebih lengkapnya ada baiknya menanyakan langsung ke CSO Mandiri di tempat kalian.  Tapi paling tidak ada gambaran setelah membaca pengalamanku berikut ini.

syarat syaratnya emang bejibun, tapi kalau lengkap proses pengurusan klaimnya juga cepat.
disamping foto copy, semua berkas asli juga harus dibawa untuk ditunjukkan ke petugas bank.

1. buku tabungan atau surat deposito asli
2. Foto copy Surat Keterangan Kematian yang dilegalisir lurah & camat
3. Foto copy Kartu Keluarga yang dilegalisir lurah & camat
4. Foto copy surat nikah ibu bapak yang dilegalisir KUA/lurah&camat
5. Foto copy KTP almarhumah pemilik rekening yang dilegalisir lurah & camat
6. Foto copy KTP semua ahli waris yang dilegalisir lurah & camat
7. Foto copy Surat Keterangan Waris dari Pengadilan Negeri Kab.Sleman
8. Surat pernyataan ahli waris (form dari Bank) yang ditandatangani lurah & camat
9. Surat membebaskan Bank (form dari Bank) yang ditandatangani lurah & camat
10. Surat kuasa (form dari Bank) yang ditandatangani lurah & Camat.
11. Foto copy akta kelahiran semua ahli waris.

semua prasyarat dibawa ke bagian CSO, jika lengkap akan langsung diproses proses transfer uang dan penutupan rekening tabungan Almarhumah.
langsung selesai hari itu juga
kecuali kalau depositonya belum jatuh tempo, sama mbaknya disarankan nutupnya pas jatuh tempo aja biar gak kena pinalti.  Ini kalau deposito bulanan lho ya, jadi nunggunya gak kelamaan....kalau tahunan?wedewwww lama kali itu nunggunya...


Trimakasih buat Bank Mandiri cab.Gejayan dan mbak Yunni, CSO yang mengurusi klaimku kemarin

Hikmah tambahan : jadi akrab sama pak lurah dan bu camat...soale kudu nungguin mereka tanda tangan segepok kertas


9 comments:

shanti saptaning said...

yg di bank mandiri, deposito a/n almarhum ibu yg harus dicairin ya mb Sita ?
kalau tabungan yg ada atm-nya, asalkan tahu PIN-nya lebih gampang kali ya, tinggal tarik dari mesin atm :)

Margono M. Amir said...

Ribet ya?
Makanya kalo aku mati (dan masih ada sisa tabungan) aku suruh istri saya ambil aja dari ATM.
He he he!

laksita wijayanti said...

tabungan, tabungan rencana mandiri sama deposito mbak
ho oh sih mbak neng mung tabungan enake ditariki wae dari ATM
soale biaya penutupan rekening 100 rebong sendiri je, hihihih

laksita wijayanti said...

wkwkwkw........iyah pak bener, tapi jangan sampe lupa ngasih tau PIN ATM nya ke ibu lho yaa..

Margono M. Amir said...

Udah tau kok.

Dyan Anggraini said...

Rekening & ATM alm Papaku msh aktif dipake ama Mama. Males urus2nya katanya.

laksita wijayanti said...

iya mbak emang bener musti nyediain waktu gak sedikit buat wira wiri ngurus ini je

Widodo Wirawan said...

hehe, perihal persiapan untuk waris mewaris ini memang ribet yak, ada tulisan tentang surat wasiat ga mba? bagaimana cara membuat surat wasiat, terus bagaimana surat wasiat itu bisa terbaca oleh ahli waris bila kita meninggal mendadak (ga berharap sih...). Bisa ga surat wasiatnya berupa dokumen digital gitu, yang di password. Apa pake notaris juga?

laksita wijayanti said...

iya mbak, bagusnya sih orang tua sudah mempersiapkan surat wasiat
suratnya bisa dititipkan ke notaris
soalnya nanti habis pembacaan wasiat pasti banyak berhubungan juga dengan pihak notaris ini.
tapi kebetulan pas orang tuaku, dua duanya gak ada surat wasiatnya. ;))