Wednesday, May 12, 2010

Bye Bye Bunda

Kamis 29 April 2010, tepat 3 bulan setelah serangan pertama, Bunda kena serangan stroke kedua.
Serangan ini sama sekali tak terduga
maklum saja, paginya saja Bunda masih dengan ceria belajar berjalan memakai tongkat
Tiba -tiba saja bangun tidur Bunda tak bisa berkomunikasi dengan jelas
Sejak saat itu kondisi Bunda terus menurun
Jika hari pertama di rumah sakit bunda masih melek dan meneleng-nelengkan kepala walau seperti bingung
maka hari-hari berikutnya  membuka kelopak matanya pun Bunda sudah kepayahan
Selang infus, selang oksigen, dan selang makan dipasang untuk membantu Bunda bertahan
Hasil CT Scan menunjukkan ada sumbatan baru di pembuluh darah otak kanan
Itulah sebabnya kemampuan bicara Bunda langsung terganggu.
Tekanan darah, gula darah, dan suhu naik turun tidak stabil
Dengan sedih aku mencatat angka-angka yang diberitahukan suster:
Tensi 140/90-150/100-170/100-130/80.....
Gula darah mulai dari 210 sampai tertinggi 420.
Suhu tubuh dari 39 sampai 40 derajat.

Hari minggu Bunda mulai mengalami komplikasi di paru-parunya
Nafasnya berat dan berbunyi, tanda penumpukan lendir di rongga dada
Hari minggu malam pukul 23.00 Bunda kesulitan bernafas
Dokter dan 5 orang suster untuk pertama kalinya menyedot lendir dari dada Bunda
mulut Bunda dipasang alat penyangga, selang oksigen diganti dengan masker.
Sejak itu setiap kali nafas Bunda mulai berat suster akan menyedot lendir yang mengganggu

Sekali kali kelopak mata Bunda masih terbuka sedikit
bola matanya masih merespon melirik kanan kiri terutama jika kita bersuara di dekatnya.
saudara-saudara Bunda sudah berdatangan dari Jakarta


Selasa malam diantara sayup sayup tidurku aku mendengar samar dokter berkata pada Bude
saat ini pernafasan bunda sebagian besar sudah bergantung pada alat
bahwa dokter tetap terus berusaha tapi keluarga harus mulai bersiap atas apapun yang mungkin terjadi.
makanan cair sudah ditolak oleh bunda, tiap disonde Bunda muntah
saat disedot yang keluar malah darah
dicoba berulang kali tetap itu yang terjadi, paling hanya 30 yang bisa terserap.
suster tidak berani lagi memasukkan apapun ke lambung Bunda.


Firasat itu barangkali sudah ada
Bulek Kus, adik bungsu Bunda di Manado bermimpi didatangi Alm Bapak
Adekku, bermimpi melihat Bunda memakai mukena, tersenyum dan berkata "semua akan baik-baik saja"
Bulek Sri, adik ke-8 ibu di Cibinong sejak awal merasa gelisah tak jelas
Bude Marsih, kakak tertua ibu mungkin paling kuat firasatnya, itulah sebabnya jika dulu ia baru menjenguk setelah bunda keluar dari RS, maka sekarang begitu ada berita Bude langsung datang ke Jogja.

Aku?.....tak merasa mendapat firasat apa-apa...
Itulah sebabnya tawaran Bude untuk membawa pulang Bunda kutolak mentah-mentah
mungkin memang ada orang yang ingin berpisah dengan dunia di rumahnya yang hangat, bukan di ranjang rumah sakit.  Sehingga daripada terus melihatnya kepayahan menderita berjibaku dengan kabel dan selang, pihak keluarga memilih membawanya pulang.
Entah itu pasrah atau menyerah???
Tapi itu tidak akan berlaku untuk Bundaku, tidak akan pernah selama aku ada
Yakin aku berkata " Kalau dokter masih belum bilang menyerah, aku juga gak akan menyerah!"


Dokter terus berjibaku
Antibiotik yang sekali suntik berharga 1/2 juta pun ternyata tidak berhasil menekan infeksi di paru-paru dan tubuh Bunda
hanya membantu sedikit, tubuhnya perlahan normal tapi kepalanya seperti terbakar
rasanya setiap kali kompres diganti secepat itu pula kami harus menggantinya.
Meleleh air mata ini tiap kali membacakan Yasin di samping telinga Bunda.
Rasa-rasanya Bunda memang tinggal memilih hari......
Entah apa yang ditunggunya....aku dan adekku mulai bergantiin berbisik di telinganya
bahwa kami ikhlas kalau Bunda memang mau pergi.

Hari Rabu 5 Mei Bunda sudah tidak merespon sama sekali
Matanya hanya menatap ke satu arah, sebelah kanan atas
Kami sudah makin bersiap

Rabu sore Pak Umar Habibie, ulama sahabat Alm Bapak dan Ibu di Sumatera meminta Pak Yos, karibnya yang kebetulan bertugas di Polda Jogja untuk datang menjenguk
Malam jam 20.00 Pak Yos menelfonku, meminta supaya nanti selepas tengah malam sampai shubuh aku bangun dan membacakan Surat Al-Ikhlas 121 kali, lalu dilanjutkan dengan doa khusus agar Allah mengampuni segala dosa-dosa Bunda, memberi jalan terbaik, dan mempermudah semuanya.  Aku mengiyakan.


Tepat pukul 24.00 aku mulai membacakan Qulhu buat Bunda
Pukul 00.30 aku selesai berdoa
Pukul 01.00 Bunda pergi dengan tenang.....
badannya tetap hangat, hanya ujung kakinya saja yang membeku
tak ada tangisan hanya mataku yang berkaca-kaca
karena aku tahu Bunda pergi dengan bahagia
Aku tahu pasti Allah sudah mengabulkan doanya, permintaannya sejak dahulu bahwa ia tak pernah ingin merepotkan siapa pun, sehingga kami anak-anaknya pun hanya sempat merawatnya selama 3 bulan sejak ia sakit.



Pukul 06.00 Ambulance jenazah Bunda ke Purworejo, tanah kelahirannya.
Pukul 07.00 Bunda disemayamkan di rumah tempat ia dilahirkan dan dibesarkan
Kata adikku saat itulah aku menangis keras-keras
Aku iri sama adikku, ia full 2 bulan merawat Bunda, aku cuma 1 bulan
Aku bersyukur benar benar kemarin memutuskan untuk resign dan pulang ke Jogja
karena seandainya tidak pasti kekecewaaan seumur hidup yang akan kutanggung
Tapi tetap ada rasa penyesalan di relung hatiku.....seandainya saja aku lebih cepat beberapa detik membawa Bunda ke rumah sakit, mungkin sekarang Bunda masih bersama kami.....
Wallahu'alam


Pukul 10.30 Bunda masuk ke tempat istirahat terakhirnya
Seperti formasi sholat jamaah, tepat di bawah makam Alm Bapak
Ini juga jadi ganjalanku sampai saat ini
yang kutahu masih ada tempat di samping makam Bapak
makanya dari awal aku yakin benar Bunda bakal dimakam di situ
kenapa makam ibuku tidak disitu? Katanya itu makam keluarga besarnya Mbah Buyut
berarti Bapak dan Ibu sama sama punya hak donk,
kecuali di samping Bapak sudah ada makam lain
Lha ini masih kosong????Mintanya dari awal juga disamping Bapak
kok ujug ujug kita sampe ternyata lubangnya di bawah Bapak???
kaget sekali, langsung gak terima aku Ibuku didiskriminasi kayak gitu
hampir-hampir aku minta Ibuku dikuburkan saja jadi satu dengan Bapak.
Biar aja makam Bapak dibongkar, terus tulang belulang mereka dijejerkan bersama

Yaaa...tapi akhirnya banyak yang menasehati, biarlah posisi yang sekarang toh juga bagus
"seperti posisi orang sholat jamaah kan Ita?"
Ya gpp ya Bun, biar aja makamnya gak sampingan yang penting di surga nanti kalian tetap berdampingan...amin.


Pukul 11.00 dua bilah bambu ditancapkan di atas tanah, penanda terakhir
Menghantarkan kepergian Ibuku tercinta.....................


Ya Allah Ya Rabb kami
Ampunilah segala dosa ibuku
Lapangkan kuburnya
Angkatlah derajatnya
Terimalah segala amal ibadahnya
Sayangi ia
Jauhkan dari pedihnya siksa kubur
Istirahatkan ia dengan tenang
Bangunkan sebuah rumah di surgaMu
Lalu pertemukan kami kelak bersama-sama di JannahMU Ya Allah
Amin, Amin, Amin.






62 comments:

Rika Pb said...

semoga amal ibadah bunda diterima disisi-Nya. keluarga besar tabah menghadapinya. aminn

Bunda Estherlita Suryoputro said...

turut berduka cita sedalam dalamnya, semoga segala amal ibadahnya diterima oleh Allah...
Yang tabah yah...

antie nugrahani said...

turut berduka cita... semoga ibu bahagia di sana :)

ati kusumawati said...

Subhanallah Lele..
Aq bukan org yg cengeng..
Tetapi membaca tulisan ini...
Ada yg terus menerus turun..
Lele...semua sdh Lele korbankan..tetapi Allah punya rencana yg terbaik untuk ibunda..
Diatas sana...Bunda sdh bersatu dengan Bapak..
Semoga Allah memberi tempat yg layak disisiNya..

Tetap melangkah Lele..
hari esok masih menantimu..

mamah depin DEWI said...

Yang tabah ya mba.
Semoga ibunda mendapat tempat terindah di sana

Margono M. Amir said...

Inna lillahi wa inna illaihi roji'un.
Semoga arwah almarhumah diterima di sisi Allah SWT sesuai amal ibadahnya.
Amin!

ema ramayangfi said...

duuhh,.. merinding bacanya,.. aku jadi nangis mba,.. mba ita hebat bs tegar bgt,.. hiks,..hiks,.. *hugs mba ita*

shanti saptaning said...

mbak Sitaaaa.....dari sejak baca jurnal tentang serangan stroke susulan itu, aku gerilya nyari no hp mb Sita gak ada yg tahu ...huhuhu
mbak, nuwun sewu nggih, belum sempat nengok ibundanya sejak mb Sita pulang ke Jogja
nderek belasungkawa yg sedalam-dalamnya ya mb Sita, turut mendoakan agar arwah ibunda dan segala amal ibadahnya diterima Allah SWT, diampuni dosa-dosanya dan tenang bersama almarhum bapak, amin.
*peluk erat mb Sita*
mbak, mau dong no hpnya ...

Paulina Pradani said...

salam kasih dan peluk simpati dari jauh untuk Mbak Ita.
Semua memang baik-baik saja, seperti Bunda ucapkan. Saat sugengnya beliau bahagia, sekarangpun beliau tersenyum sama manisnya seperti di foto kalian berdua.
Selamat jalan ya Bun, semua akan baik-baik saja, putri Bunda luar biasa :)

febbie cyntia said...

Turut berduka ya Ta. Tabah.
Beliau sudah tenang disisiNya.
GBU.
*hugs erat*

menique, mamanya naura & zaydan said...

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, ikut berduka ya mba sita. Semoga arwah almarhumah diterima di sisi-Nya, dilapangkan kuburnya, diringankan hisabnya, diampuni dosa2nya, diterima amalannya. Amin.

ida baik said...

Duh aku terharu sekali bacanya.
Mudah2an amal ibadahnya diterima di sisi allah.. Amin.

DILARA ve ALI Ates said...

Innalillahi wa inna ilaihi raajiun... ikut berduka, bunda sangat beruntung punya anak spt mbak Sita... big hug...!

pingkan rizkiarto said...

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun...
Semoga Bunda diterima disisi-Nya, amiiiin....

tedhi ws said...

turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga segala amal kebaikannya diterima di sisi Allah subhanahuwata'ala

ilna sari said...

Sithaaa :(
Peluk sitha dulu
Innalillahi wa inna illaihi roji'un
Insya Allah bunda yang baik sudah baik pula tempanya disisiNYA.
Tabah ya Sitha
Salam utk keluarga dan adik2 ya

gita lovusa said...

innalillahi wa inna ilaihi ra'jiuun..
semoga Bunda ditempatkan di tempat terbaik di sisiNya. aamiin..

Eva Handoko said...

aku turut menangis membacanya. Innalillahi wainna ilaihi rajiun, smoga doa dari anak2 nya yg shaleh di kabulkan Allah, smoga bunda mendpt tempat terbiak di sana, dilapangkan kuburnya, dimudahkan jalannya. Amiin...

Vita Rumanti said...

Semoga bundamu mendapat tempat terbaik di sisi-Nya ya mbak.

theresa jackson said...

Semoga yg ditinggalkan dihiburkan olehNya! Amien!

lani marliani said...

:(( *speechless*

Chika Rei Fasha said...

smoga amal ibadah beliau diterima Allah

chika bacanya ikut merasakan kehilangan itu >.<
sedih banget bacanya...

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin
makasih mbak Rika ;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin, makasih BUnda Esther
Insya Allah kuat..;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin
makasih jeng Antie ;))

laksita wijayanti said...

Huaaaa...............huaaaa BUndaaaaa Atii aku yatim piatu nieh...huaaaa...huaaaaaaaa*lebay.com*

laksita wijayanti said...

AMin, amin, amin

iya mbak, makasih yo ;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin
maturnuwun nggih pak ;))

laksita wijayanti said...

*big hug too*...ah enggak juga, yang nangisnya paling heboh pas pemakanan ya aku jeng,,,hehehehe

laksita wijayanti said...

Mbak Shan, katanya baru dirawat di JIH ya?
amin, amin, amin, makasih doanya ya mbak
hp via PM yak..;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, aminn
makasihhh pekukannnnya ya mbak....angetttt ;)))

laksita wijayanti said...

duhhhhhhhhhhhhhh angetttnya dipelukkkk ;))
makasihh doanya yaaa mbak ;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin
iyaaa mbak Debb, Insya Allah tabah kok *ngelap aer mata..*hehehehe

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin
makaciehhhhh bangett atas doanya yaaa mbk ;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin
haturnuhun mbak Ida ;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin..........iyaa, makasihh ya bunda dilara ;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin.....makasihh mbak ;))

laksita wijayanti said...

amin, amin, amin
makasih ya mas ;))

laksita wijayanti said...

aminn,....iyaaaaaa Mbak Ilnaaa........

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin.....makasih mbak ;))

laksita wijayanti said...

Aminn..aminn...aminnn
makasihh ya mbakk atas doanya ;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin...iya Vit, semoga ;))

laksita wijayanti said...

Aminnn.......amin....aminnn
makasihhh ya supportnya ;))

laksita wijayanti said...

huaaaaaaaaa huuaaaaa lannn, nti kalo daku kawen kagak ada sape sape lan.....huaaaaaa*lebay.com*

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin.....iya Chika, langsung kerasa sepinya nih ;(

Romeka sari said...

sedih, tapi lega juga. Peluk m'sita. Semoga tabah dan amal ibunda bisa diterima. Amin.

Prita Kusumaningsih said...

doa anak shaleh yg bisa membahagiakan ibu

Nadiah Alwi said...

Amin. Aku sampai ikut menangis mbacanya. Tapi, Bunda beruntung punya anak sholehah seperti dirimu. Semoga amal ibadah Bunda diterima oleh-Nya. Amin. *hugs*

laksita wijayanti said...

Amin.....;)) makasihh ya mbak

laksita wijayanti said...

Amin. INsya Allah ya Mbak ;))

laksita wijayanti said...

Amin...makasih mbak Nadiah ;)), kehidupan dunia cuma persinggahan semata jadi kita harus selalu bersiap ya, aku selalu nginget nginget itu kalo lagi sedih.

yelli ordinary people said...

berkaca2 bacanya mba,doa anak yang shaleh bakal ngalir selalu

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin, makacieh ya jeng ;))

Nining Soeryono said...

Amin ya Rabb... aku sampai ikut nangis bacanya.. Semoga amal ibadah Bunda diterima oleh Allah SWT..

Arie - Bunda Icha Anakku Sayang said...

amiin..peluk buat mbak sita..

prajuritkecil tak bernama said...

mba... turut berduka ya...
semoga Allah menerima semua amal ibadah bundanya mba sita...

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin...makasih ya mbak....;))

laksita wijayanti said...

Thankssss pelukannya mbak....angett ;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin
makasih ya mbak ;))

Tee - said...

Amiin... hahahahahahahha aku speechless.. been there ta.. no need to say anything... stay strong and keep on smiling ^_^ Aku nangis keras2nya sebelum ibuku meninggal ta.. karena takut kehilangan.. setelah meninggal, aku cuma bisa menangis tersedu sebentar, setelah itu malah bisa kirim2 sms ngasih kabar. Sama ya? ^_^

laksita wijayanti said...

Kebalikannya Mbak, aku bisa kuat dan tegar saat ibu sakit dan saat ajal, gak nangis sama sekali, cuma berkaca kaca
jam 1 dinihari ibu meninggal, aku langsung sms sms kirim kabar
jam 4 pagi mantan boss cewekku nelfon aku masih kuat kuat aja
tapi menjelang pemakaman aku histeris gak karuan, jam 9 pagi mantan boskua yang lain nelfon aku dah nangis keras keras
soalnya baru nyadar.....................huaaaaaaaaaaaaaaaa aku yatimmmm piatuuuu sekarang...huaaaaaaaa

Tee - said...

hehehehe... :D now... kuatkan tali silaturahim di dalam keluarga. Kakak, adik tidak boleh berantem, diskusi boleh, beda pendapat boleh. *huuuuuuuuuuuuuuuuug*