Tuesday, February 23, 2010

(Diary Stroke) Minggu ke-1, The Golden Period & Masa Rawat Inap di RS

Pada Jumat 29 Januari kira-kira pukul 11 siang bunda di Yogyakarta mendadak mengalami serangan lemas tiba-tiba
Tubuh bagian kiri mendadak tidak bisa digerakkan. 

di Jakarta aku mendapat telfon 10 menit kemudian
yang menelfon ibuku sendiri, suaranya jelas walaupun intonasinya panik
dari keterangannya aku langsung paham ibuku kena stroke
saat itu juga aku langsung memberi intruksi "harus langsung ke rumah sakit!!"

pada penderita stroke dikenal istilah the golden period (masa emas), terjadi selama 3 jam setelah serangan
pada saat itu penderita HARUS SEGERA WAJIB hukumnya mendapat pertolongan, langkah terbaik segera bawa ke rumah sakit
jangan pernah menunda-nunda kalau kita tidak mau menyesal
Jika dalam kurun waktu itu penderita mendapat pemeriksaan dan penanganan yang tepat, maka ia akan terhindar dari kematian, komplikasi, atau kecacatan.

Oleh pamanku ibu segera dibawa ke Rumah Sakit Condong Catur, rumah sakit terdekat dari rumah
Trimakasih kepada semua staff RSCC, di sana ibu cepat mendapat pertolongan pertama

Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah mencapai 170/120 (ini mengejutkan karena belum pernah terjadi sebelumnya, ibuku tidak pernah terdiagnosa sebagai penderita hipertensi)
Gula darah 272 mg/dl (ibu menderita DM sejak 2007), kolesterol total 192 mg/dl, HDL 45 mg/dl, LDL 134 mg/dl, trigleserid 91 mg/dl.
Ibu akhirnya dirawat inap.

keluarga langsung minta ibu dirawat oleh dokter saraf. dokter yang menangani Dr Prijo Soedibyo M.Kes, SpS.
Hasil head CT-Scan menunjukkan infark di paraventrikel lateralis dextral.  Diagnosa dokter stroke non hemorragik.  Ada penyumbatan pembuluh darah otak kanan
ah itulah sebabnya walaupun tangan dan kaki kiri lumpuh ibuku masih jelas berbicara, karena yang terkena stroke otak kanannya
jika yang terkena otak kiri baru terjadi gangguan bicara.
Stroke bisa disebabkan oleh 2 hal: penyumbatan pembuluh darah dan pecahnya pembuluh darah.  Pecahnya pembuluh darah biasanya menyebabkan pasien mengalami koma.


Hari sabtu 30 Januari 2010 aku pulang ke Jogja menggunakan Batavia Air
dilalah pakai delay 2 jam segala, jam 6 sore aku baru sampai ke rumah sakit
sungguh tidak terbayangkan, tadinya kubayangkan ibuku tidak terlalu parah
suaranya di telfon biasa saja, tidak ada yang berubah
sampai di sana baru kulihat kenyataannya, ibuku terbaring dengan infus dan kateter.
Ya Allah baru kali inilah sepanjang hidupku melihat ibu tergolek di ranjang

malamnya dan selama 1 minggu kemudian aku ikut menginap di rumah sakit
minggu pertama boleh dibilang awal dari hari-hari terberat terutama bagi pasien stroke
apalagi untuk yang belum pernah sakit berat seperti ibuku
maklumlah biasanya mereka bisa beraktivitas, sekarang mereka 100% tergantung orang lain
setiap malam ibu rewel, bisa tiba tiba nangis
mungkin hanya 2--4 jam bisa terlelap
pernah jam 12 malam nangis sesenggukan, sampe-sampe suster di lantai 2 heboh


untuk menunjang kestabilan emosinya aku berubah jadi satpam bagi para penjenguk
sebelum masuk ke kamar aku selalu wanti-wanti buat para budhe, bulek, paman, paklek, dan saudara2 lain
"awas ya jangan pada nangis di dalam, kalau mau nangis di luar aja ya!!"
iya donk nanti makin kacau kalau ibuku down lagi

hari-hari berikutnya kondisi ibu masih belum stabil
terutama gula darahnya, aku mencatat

tgl 31/1 gula darah puasa 248 mg/dl, gula darah 2 jam 339 mg/dl
tgl 1/2 gula darah sewaktu 169 mg/dl dan 253 mg/dl
tgl 2/2 gula darah sewaktu 210 mg/dl dan 221 mg/dl


mulanya ibu suka menanyakan langsung ke petugas lab dan suster yang memerika gula darah dan tekanan darahnya
kuperhatikan jika masih tetap tinggi ibu keliahatan sedih
sejak itu aku berpesan agar hasil pemeriksaan langsung diberitahukan ke aku atau keluarga saja
kalau hasilnya bagus mereka boleh terus terang di depan ibu
kalau tidak  di depan ibu mereka kuminta tetap ceria dan berkata positif

tgl 3/2 gula darah sewaktu 172 mg/dl dan 207 mg/dl
tgl 4/2 gula darah sewaktu 151 mg/dl dan 96 mg/dl

ada saat-saat dimana gula darah beliau turun drastis di kisaran 80 an
ini terutama terjadi saat ibu tidak mau menghabiskan makanan dari rumah sakit
maklum saja, diet pasien hipertensi dan DM amat sangat tidak enak: non gula, non garam
bahasanya ibu: Anyep tenan!
bujukanku gak mempan, baru setelah dokter sendiri yang memberi titah "harus dihabiskan" ibu baru mau makan.

Tgl 5/2 gula darah sewaktu 93 mg/dl dan 159 mg/dl
tgl 6/2 gula darah sewaktu 133 mg/dl

Obat-obatan yang diminum ibu:
Adeco, metrix, pietaal, plasmin, megatal, cholepar
(catetanku tentang masing-masing fungsi obat itu hilang tapi yang kuingat ada obat diabetes, saraf, hipertensi, pusing, kolesterol)
selain itu setiap 6 jam sekali ibu disuntik, menurut suster obat saraf.
selang oksigen untuk memastikan pasokan oksigen ke otak  dipasang hingga hari ke 6.


o ya, hari ke-3 di rumah sakit ibu mulai rutin menjalani fisioterapi
terapis-terapis di RSCC semangat-semangat pisan, menularkan semangat baru buat ibu
Mbak Laila, Mbak Yeni, dan Mbak Eva gak berhenti-berhentinya memberi sugesti positif
setiap jam 11 siang secara bergantian mereka melatih tangan dan kaki kiri ibu
gerakannya simple, kami yang menunggu pun ikut diajari
senam ringan itu penting dilakukan secara teratur agar tidak terjadi kekakuan kelak kemudian hari

perlu kutambahkan di sini pelayanan RSCC sangat membanggakan
perawat-perawatnya patut mendapat acungan jempol, sigap dan cergas
yang kudengar RSCC ini milik putri mantan menteri kita Bapak TB Silalahi.
biaya menginap murah meriah, semua kamarnya ber AC, tidak terlalu bising, dan bebas jam kunjungan
tapi memang obat strokenya yang mahal nian
setengah dari komponen biaya akhir merupakan biaya obat.


Tanggal 7 februari ibu diizinkan pulang
secara mengejutkan tgl 6 ibu bisa duduk tanpa merasa pusing sehingga kami cukup mudah mendudukannya di mobil
tadinya jika belum bisa duduk mau tidak mau kudu pinjam ambulance

maka dimulailah fase rehabilitasi medik, plus adaptasi emosi yang masih terus berlanjut,
ceritanya berlanjut di diary berikutnya yaaa.....







39 comments:

Dewi Rieka said...

mba..semoga ibu cepat pulih ya, kudu sering disemangati biar ngga down...mamaku juga baru sembuh sakit en kami agak lama di bogor menemani beliau..

laksita wijayanti said...

amin, iya mbak dew makasih
memang butuh dukungan full dari keluarga
semoga bundanya mbk dewi sehat selalu ya.

Maya Siswadi said...

smoga cepet pulih ibunya ya
makasih sharingnya
bisa buat pembelajaran apa yg harus dilakukan kalo kejadian yg sama

Prita Kusumaningsih said...

syafakillah. Salam buat ibu, dan ...tetap semangat. Semangat hidup yang tinggi mempercepat masa pemulihan. Btw, usia beliau berapa, ya

theresa jackson said...

Semoga ibu cepat pulih!

laksita wijayanti said...

amin, amin
makasih mbak
o iya ibuku pernah kena vertigo mbak
katanya itu bisa jadi gejala awal stroke
pemeriksaan rutin memang perlu dilakukan yo mbak, tensi, gula darah dsb, bahkan buat kita kita yang merasa sehat baik baik aja

laksita wijayanti said...

sama sama mbak, ibu umur 58 tahun mbak
membangkitkan semangat dan terus memotivasi kunci utama kata yang udah pengalaman ;))

laksita wijayanti said...

amin, amin.....makaciehhh doanya ya ;))

Vita Rumanti said...

Mb, skrg bundamu gmn?
Udah pindah ke jogjakah dikau?

shanti saptaning said...

ini anaknya pada sigap ya mb Sita, pakdheku dulu stroke gak ada kenal tanda2nya, telat dibawa ke RS-nya. akhirnya hari ke-3 meninggal dunia :((
tengkyu sharingnya, jadi ngerti harus ngapain aja jika ada sodara yg terkena serangan
aku sampe' buka buku tentang kolesterol, untuk penderita penyakit jantung koroner dan diabetes, emang harusnya kolesterol totalnya <150mg/dl ya mbak. dan LDLnya harusnya <100mg/dl.
jadi apakah penyumbatan pembuluh darah disebabkan karena LDLnya yg tinggi itu ?

*menunggu diary berikutnya*

Margono M. Amir said...

Untung anda suruh ibu anda segera dibawa ke RS.
Semoga cepet sembuh ya!

Arie - Bunda Icha Anakku Sayang said...

semoga Ibu cepat pulih ya mbak...big hugs..

Musfarayani Skywalker said...

Keluarga siaga. Salut aku dengan dirimu Sita :D Doaku untuk kepulihan ibu ya. Tetap semangat Sit :D

Musfarayani Skywalker said...

Keluarga siaga. Salut aku dengan dirimu Sita :D Doaku untuk kepulihan ibu ya. Tetap semangat Sit :D

lani marliani said...

smoga ibu cepet sembuh ya mbak. salut sama mbak sita, catetan medisnya lengkap banget. gak sia-sia gaul sama herbalis,,,hahahha

ida baik said...

Tfs ya mbak.. Jadi belajar juga lewat diary ini.

pingkan rizkiarto said...

semoga cepet pulih.... amiiiin !

antie nugrahani said...

semoga ibu cepat pulih..
papaku juga kena stroke pas bulan puasa lalu.. gara2 kolesterolnya tinggi.
alhamdulillah sekarang sudah pulih lagi dan bisa beraktivitas seperti dulu.
hikmahnya, jadi lebih teratur hidupnya dan mau menjalankan dietnya dengan baik, hehe..

Linda nicegreen said...

syafakillah buat ibunda tersayang
Semoga Allah segera mengangkat semua penyakit yang ada pada ibunda ya mbk

laksita wijayanti said...

aku masih di jakarta vit, ibuku lagi ngeluh pusing mulu neh kalo dibangunin, jadi program fisiotherapinya agak terhambat

laksita wijayanti said...

iya mbak shan, aku juga termasuk telat menyadari
sebenarnya tanda-tandanya jelas, beberapa bulan yang lalu ibu kena vertigo dan sering mengeluh kesemutan di kaki kirinya
seharusnya dari saat itu mulai mawas diri
sekarang ibu juga masih ngerasa kebas di pipi kirinya, walaupun gak sampe pelo bicaranya mbak


kemarin juga aku baca yang normal kolesterol total dibawah 200 mg/dl, LDL kurang dari 130 mg/dl, dan HDL lebih dari 40 mg/dl

laksita wijayanti said...

iya pak, makasih
iya untung saya baru baja artikel tentang stroke, kebetulan sekali

laksita wijayanti said...

amin, makasih ya fay
yo orang tua tinggal 1 fay kudu disiagain bener bener kie

laksita wijayanti said...

hahahaha.............soalnya aku inget kalo liputan obtrad lan, kita suka kelimpungan waktu catatan medis narasumber gak lengkap
sapa tau nanti mas sard mau ngangkat jadi artikel, hahahahaha

laksita wijayanti said...

makasihhhhh mbak , makasih banget pelukannya ;))

laksita wijayanti said...

sama sama Mbak Ida ;))

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin. makasih mbak pinkan ;))

laksita wijayanti said...

alhamdullilah, salam buat papanya ya jeng Antie
semoga ibu juga cepat menyusul sembuh kayak papa jeng Antie

laksita wijayanti said...

Amin, amin, amin
semoga kita selalu diberi kesehatan, benar benar rezeki tak terkira deh mbak nikmat sehat itu

shanti saptaning said...

iya, yg aku baca juga gitu. buat yg gak punya penyakit jantung koroner dan diabetes emang ambang normalnya kolesterol total <200mg/dl, LDL <130mg/dl
tapi kalau punya penyakit jantung koroner dan menderita diabetes, ambang normalnya menjadi : kolesterol total <150mg/dl, LDL <100mg/dl

*dikutip dari buku 50 tips menurunkan kadar kolesterol, penerbit Pionir Media*

laksita wijayanti said...

sekarang lagi sering mumet mikirin menu makanane neh mbak....rebus melulu

Tee - said...

aku juga harus hati2 nih ta.. masa suamiku tercinta menderita tekanan darah tinggi.. kemarin sampe 150... kl udah pusing, aku suka parno... begitu dia tahu aku parno, aku malah ditenangin tapi dia g ke dokter.. oalaaaaaaaaaaah... ^_^

Coba tanya ke budi sutomo itu ta...

laksita wijayanti said...

itu mbak sering makan lalap timun, sama air peresan labu siyam muda diparut
rutin dipantau aja mbak, garemnya juga dikurangi
ibuku dari dulu emang berani garem. liat kasus itu sekarang aku lebih menghargai makanan anyep-anyep deh, hehehe

Tee - said...

air peresan labu siyamnya segimana ta?

laksita wijayanti said...

sebenernya dilalap juga cukup mbak, labu siyam yang muda muda atau yang khusus lalap itu, direbus bentar
kalo yang diparut cukup 1 labu muda aja.

Stuffenir Wholesaler said...

Mbak, numpang tanya, RSCC Jogja pelayanannya bagus ya? Nenekku jg lg stroke tp lumpuh yg kanan, jadi ga isa ngomong. Ini sdh 1 bulan di RS. Bethesda jogja. Pelayanannya ampoen deh, susternya kasar2:(
Kalo memungkinkan, pengen nyari RS yg pelayanannya lbh bagus. mohon infonya ya mbak, tq:)

laksita wijayanti said...

Bagus mbak, RSCC rekomended banged kok. Suster2 yang ngrawat ok banged kerjanya.

Ibnu Hajar said...

Perkenalkan, saya salah satu karyawan RSCC bagian non medis,
Terimakasih atas kepercayaan mbak dan keluarga terhadap RSCC.
Ijin share ya mbak,
trims
-ibn-

laksita wijayanti said...

Sumonggoh Mas Ibnu, sampaikan salam dan ucapan terimakasih saya untuk seluruh staff RSCC ;D