Friday, December 4, 2009

Keajaiban dari Langit

Ketika bapak meninggal dunia, beliau mewariskan rumah dinas yang kepemilikannya bisa diangsur selama belasan tahun.  Saat beliau mangkat, cicilan baru berjalan beberapa tahun, kalau tidak salam belum 10 tahun.

rumah yang termasuk kategori besar itu terletak di Martapura, ibukota Kabupaten OKU Timur, Sumatera-Selatan.  OKU Timur, kabupaten baru yang sedang pesat-pesatnya membangun diri.  Di tempat inilah keluargaku menghabiskan 10 tahun perjalanan kami.

Otomatis setelah bapak tidak ada ibu yang meneruskan cicilan rumah.  Uangnya diambil dari dana pensiun PNS golongan IIIb Alm yang tidak seberapa.

Jujur aja, bapak tidak mewariskan banyak harta benda untuk kami.  Beliau memang tidak akrab dengan produk-produk investasi.  Satu pelajaran berharga buatku pribadi.  Untuk asuransi saja Alm sudah merasa cukup dengan Askesnya pegawai negeri.   jadi jangan harap ada asuransi jiwa segala.   Saat bapak meninggal tabungan beliau bersaldo nyaris Rp 0. 

Warisan bapak memang tidak seberapa tapi buatku sendiri sangat berharga: berjilid-jilid kitab tafsir AQ, ensiklopedia islam lengkap, ratusan buku bacaan mulai dari pertanian, kesehatan, motivasi, sampai bahasa asing; HP Nokia 6600 yang tetap kusimpan dengan baik walaupun setengah rusak, dan sebuah communikator nokia yang akhirnya kujual dan kubelikan laptop kesayanganku.

Buat ibu dan adikku, tidak banyak yang ia tinggalkan.  Perangkat dapur yang kebanyakan baru kulihat pertama kali itu dan buku buku agama yang Alhamdullilah sekarang sering dibaca oleh Ibu. Buat adikku lebih mengenaskan kalo kubilang.  Dana kuliah yang sangat minim.

Namun ada satu Shodaqoh "Ghoib" yang menurut prasangkaku tetap kami rasakan hingga sekarang.  Alm bapak semasa hidupnya sangat berbakti pada kedua orang tuanya *yang waktu itu sempat membuatku geleng-geleng kepala*, tidak pelit memberi bantuan, bahkan sangat baik pada tetangga-tetangga kami.   Seminggu setelah kepergian bapak banyak tetangga di Martapura yang bermimpi bertemu beliau.  Kebaikan-kebaikan itulah yang wallahualam mungkin melancarkan jalan keluarga sepeninggalnya.  Ada saja rezeki tak terduga yang datang pada kami.  Mulai dari kemudahan mengurus jenazah (dari Palembang hingga Purworejo), hingga aliran dana tiba tiba dari teman-teman bapak tepat di waktu-waktu ibu sangat membutuhkannya.  Alhamdullilah.

Sepeninggal bapak, ibu makin religius.  Jika dulu ia tak senang membaca, kini waktunya banyak dihabiskan untuk membaca buku-buku agama peninggalan bapak.  Tentu saja menonton berita dan menjadi analis politik dadakan tetap ia lakukan.  Satu acara yang paling diminati ibu adalah tausiyah agama Ustadz Yusuf Mansyur.  Aku kurang paham di stasiun televisi mana.  Dari situ ibu berkeyakinan menjadi donatur shodaqoh di PPPA Darul Qur'an milik Ustadz YM.  http://www.pppa.or.id/

Teman-teman tahu berapa besar shodqoh ibuku, seorang janda berusia 57 tahun yang hanya mengandalkan hidup dari pensiun PNS? "Hanya" Rp 50.000 per bulan, itulah yang beliau mampu.  Tapi Maha Benar Allah, barangsiapa yang berani berniaga denganNya pasti mendapat ganjaran luar biasa.  Gabungan shodaqoh ghaib bapak dan keikhlasan shodaqoh ibuku terbayar baru-baru ini.

tanpa hujan, tanpa gledek tiba tiba ibuku mendapat telfon dari kantor bapak dulu. Ibu diminta mengirim surat-surat rumah yang asli ke Palembang.  Ternyata rumah yang masih harus kami cicil 13 tahun lagi itu akan diuruskan pembayarannya hingga lunas. Allahu Akbar. 

terbuktilah kata kata Ustadz Yusuf Mansyur.  barangsiapa berani, rela, dan ikhklas menyedekahkan hartanya pasti Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik, lebih besar. keluargaku membuktikannya.  Apakah kalian juga berani membuktikannya?

 

40 comments:

The True Ideas said...

very nice posting mbak Sita!

laksita wijayanti said...

tengkyu Pak Syamsul...sekedar berbagi tentang keajaiban shodaqoh, semoga menjadi pelecut buat saya dan teman teman di MP ;))

Tian OT said...

subhanallah! kekuatan shodaqoh.

yang dikutip itu sedikit koreksi. peninggalan agama apa peninggalan bapak?

Eccy 123 said...

subhanallah ...

pingkan rizkiarto said...

subhanallah.... alhamdulillah....

laksita wijayanti said...

koreksi diterima pak!hehehe..

mamah depin DEWI said...

TFS mba :-)

laksita wijayanti said...

Allahu Akbar

Edo Aprianto said...

makasih mba udah sharing ini...
jadi kangen ayah-ibu... :)

laksita wijayanti said...

Allahu Akbar ;))

laksita wijayanti said...

Thanks for drop in mbk, semoga bermanfaat ;))

laksita wijayanti said...

Trimakasih sudah mampir ya do,
jangan pernah lupain ayah ibu kita ;))

diah hapsari said...

setuju mba..perniagaan dijalan Allah adalah perniagaan yang tidak ada ruginya...InsyaAllah..TFS ya mba

Vita Rumanti said...

Ngintip sik, arep moco lgi di jak ngobrol je.

laksita wijayanti said...

iya bener bangett, sekarang juga makin yakin saya

laksita wijayanti said...

*nyorongin cemilan ke vita*

ghaya = Ruru said...

wahh subhanallah ya mbak.. ^_^
semoga rumahnya diberi suasana berkah juga ^_^

Yayan a.k.a Fathin said...

Alhamdulillah, btw, aku punya sepupu di Martapura lho :)

lani marliani said...

subhanallah..inspiring banget. tfs. luv u mommy..

Wiwiek Sulistyowati said...

subhanallah, Allah maha baik ya sit, makasih untuk remindernya :)

laksita wijayanti said...

Amin, amin, makasih doanya mbk ndaru ;))

laksita wijayanti said...

wahhh iyakah, di mana saudaranya? tempatku di desa kotabaru, di pinggir jalan raya lintas sumatera

laksita wijayanti said...

luv you too sister..

laksita wijayanti said...

Super Maha Baik mbk Wiek ;))
semoga bermanfaat ya

Arie - Bunda Icha Anakku Sayang said...

alhamdulillah ya Allah..

laksita wijayanti said...

Amin, amin
makasih mbak ;))

Vita Rumanti said...

Subhanallah, ga nyangka yo mbak. Alhamdulillah.
Lha terus yg nempatin di martapura sopo mbakyu?

Averil Azlan Muhammad said...

Subhanallah...thanks for sharing mbak Sita

S. R. Wijaya said...

Ikut berdukacita sekaligus bersukacita.

Mamat Rahmat said...

Insya Allah... pengen sekali

yelli ordinary people said...

subhanallah

laksita wijayanti said...

dikontrakin jeng, ibuku kan harus balik ke jogja

laksita wijayanti said...

many thanks for droppin mbak ;))

laksita wijayanti said...

hidup adalah perjalanan, kita cuma musafir ;))

laksita wijayanti said...

Amin, semoga dikabulkan sama Allah ya mat ;))

laksita wijayanti said...

Allahu Akbar
makasih dah ditengok mbak ;))

Tee - said...

aku udah berkali-kali membuktikannya ta... makanya harus rajin2 shodaqoh. ^_^

laksita wijayanti said...

setuju sekali mbak, emang terbukti banget

Tee - said...

shodaqoh bisa menolak bala atau meringankan musibah. Pernah nih ta, umur 1 tahun or so, Adnan dirawat di rumah sakit dan dia ditempatin di tempat tidur orang dewasa, aku sudah pasang2 bantal supaya dia g jatuh.. tapi apa mau dinyana, dia jatuh dari tempat tidur padahal dia udah dipasang infus... Alhamdulillahnya, dia jatuh ketahan sama korden pembatas antar tempat tidur! Dan Infusnya gpp. Subhanallah deh pokoknya. Makanya harus rajin2 shodaqoh, sebagai jaring pengaman... ^_^

laksita wijayanti said...

Subhanallah....iya mbak, shodaqoh itu wajib emang