Monday, December 15, 2008

Ini Dia Para pemenang Anugerah Adiwarta Sampoerna 2008!

http://anugerahadiwarta.org/

Malam Anugerah Adiwarta Sampoerna (AAS) 2008 baru saja berlangsung dengan
sukses. Dalam acara yang digelar di Hotel Crowne Plaza Jakarta dan baru
berakhir pada pukul 22:00 WIB ini, AAS 2008 secara resmi mengumumkan
nama-nama jurnalis terbaik di tahun penyelenggaraan ketiga ini.

Mereka adalah:

Silvia Galikano dari Koktail (Jurnal Nasional) untuk kategori humaniora
bidang seni dan budaya, dengan karya berjudul ²Misinya Menulis²
Priyombodo dari Kompas untuk kategori foto berita bidang seni dan budaya,
dengan karya berjudul ²Terbakar²

Lasti Kurnia dari Kompas untuk kategori humaniora bidang olah raga, dengan
karya berjudul ²Special Olympics: Beprestasi untuk Mengubah Dunia²
Crack Palinggi dari Reuters untuk kategori foto berita bidang olah raga,
dengan karya berjudul ²Untuk Indonesia²

Muhlis Suhaeri dari Borneo Tribune (Pontianak) untuk kategori reportase
investigatif bidang sosial, dengan karya berjudul ²The Lost Generation²

Marta Nurfaidah dari Harian Surya (Surabaya) untuk kategori humaniora bidang
sosial, dengan karya berjudul ²Kehidupan Pengungsi Sampit di Pasar Keputran²
Crack Palinggi dari Reuters untuk kategori foto berita bidang sosial, dengan
karya berjudul ²Polusi²

Hendri Firzani dari Gatra untuk kategori reportase investigatif bidang
hukum, dengan karya berjudul ²Nelayan Asing Menjarah Laut, Menebar HIV/AIDS²

Irawan Santoso dari majalah Mahkamah untuk kategori humaniora bidang hukum,
dengan karya berjudul ²Merindukan Advokat Pejuang²

Prasetyo Utomo dari Antara untuk kategori foto berita bidang hukum, dengan
karya berjudul ²Sumpah Al-Amin

Arsadi Laksamana dari Modus Aceh untuk kategori reportase investigatif
bidang politik, dengan karya berjudul ²Tiga Tahun MOU Adakah yang Berubah?²

Tjipta Lesmana dari majalah Telstra untuk kategori humaniora bidang politik,
dengan karya berjudul ²Pers Nasional: Antara Roh dan Kinerja²

Wahyu Setiawan dari Koran Tempo untuk kategori foto berita bidang politik,
dengan karya berjudul ²Tekanan Politik²

Yeni H. Simanjuntak dari Bisnis Indonesia untuk kategori reportase
investigatif bidang ekonomi/bisnis, dengan karya berjudul ²Menyoal Dana
Investasi²

Marlini Hasan Pontoh dari Femina untuk kategori humaniora bidang
ekonomi/bisnis, dengan karya berjudul ²Meraup Triliunan Rupiah Lewat
Gagasan²

Achmad Ibrahim dari Associated Press untuk kategori foto berita bidang
bidang ekonomi/bisnis, dengan karya berjudul ²Hancur²

Anastasya Putri dan Anto Sukma dari Liputan 6 Siang SCTV untuk kategori
karya jurnalistik televisi terbaik, dengan karya berjudul ²Profil: Salomina
Berjuang Meraih Pendidikan²

Jika pada tahun 2006 Dewan Juri AAS memutuskan tak ada pemenang untuk
kategori foto berita bidang ekonomi/bisnis, dan di tahun 2007 kategori
hardnews bidang ekonomi/bisnis juga belum berhasil menelurkan pemenang,
tahun 2008 ini Dewan Juri memutuskan belum ada pemenang untuk kategori
reportase investigatif bidang seni dan budaya serta bidang olah raga.

²Meskipun karya-karya yang masuk sudah cukup baik secara keseluruhan, namun
menurut kami masih ada beberapa elemen yang belum lengkap, seperti kekuatan
dan akurasi data, dalam karya-karya tersebut untuk dapat disebut sebagai
karya reportase investigatif, khususnya di bidang seni dan budaya serta olah
raga
. Kami harap, hal ini dapat memotivasi para jurnalis untuk terus
meningkatkan kualitas karya-karyanya,² kata Effendi Gazali, Dewan Juri Final
AAS 2008.

Irawan Santoso dari Majalah Mahkamah tahun ini berhasil keluar sebagai
pemenang AAS 2008, setelah juga keluar menjadi pemenang pada tahun 2006 dan
2007. Kesuksesan ini mencatatatkan jurnalis hukum itu sebagai jurnalis yang
sudah tiga kali berturut-turut memenangkan ajang kompetisi jurnalistik
bergengsi ini. Di 2008, Irawan Santoso juga menjadi jurnalis dengan jumlah
nominasi terbanyak, karena 4 buah karya jurnalistiknya berhasil menjadi
nominasi AAS tahun ini.

Tahun ini, Crack Palinggi dari Reuters juga menorehkan prestasi dengan
langsung menyabet gelar pemenang untuk dua kategori sekaligus, yaitu
kategori foto berita bidang sosial dan olah raga. Hal yang sama juga pernah
terjadi pada AAS tahun 2006, di mana Adi Marsiela dari Suara Pembaruan
menyabet dua gelar sekaligus dalam kategori hardnews bidang sosial dan
bidang seni dan musik.

Seluruh pemenang AAS 2008 masing-masing mendapatkan trofi, sertifikat, dan
uang tunai sebesar Rp. 18 juta rupiah, sedangkan para finalis mendapatkan
sertifikat dan uang tunai sebesar Rp. 3 juta rupiah.

Selain mengumumkan nama-nama pemenang AAS 2008, tahun ini juga diberikan
penghargaan khusus bagi Jurnalis Muda Berbakat‹penghargaan bagi jurnalis
muda berusia di bawah 25 tahun dengan pengalaman jurnalistik kurang dari 2
tahun, yang dimenangkan oleh Novia Liza dari Pantau Aceh, yang berhasil
meraih trofi, sertifikat, dan uang tunai sebesar Rp. 3 juta rupiah.

Di samping itu, penghargaan khusus bagi media paling partisipatif dengan
jumlah wartawan dan karya paling banyak yang diikutsertakan dalam AAS 2008
diraih oleh Kompas dan RCTI.

²Bersyukurlah para jurnalis saat ini yang mendapat kesempatan untuk
mengirimkan karya terbaiknya. Apalagi, untuk kategori televisi yang baru
pertama kali dilombakan langsung disediakan pula penghargaan khusus untuk
media yang partisipatif. Sayangnya, tidak semua jurnalis televisi
mengirimkan karya-karyanya. Ayolah kita manfaatkan ajang ini,² kata Arswendo
Atmowiloto, anggota dewan juri televisi AAS 2008.

Niken Rachmad, Direktur Komunikasi PT HM Sampoerna Tbk., yang ditemui
setelah acara berlangsung menjelaskan, ²Kami sangat bangga karena tahun ini
antusiasme rekan-rekan media masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari
banyaknya karya-karya yang masuk, meskipun tahun ini kami sudah membatasi
jumlah karya dari masing-masing jurnalis. Kami juga merasa sangat senang
karena kualitas karya yang masuk meningkat pesat, dan tentunya karya
tersebut memiliki dampak sosial yang besar.²

Tahun ini, AAS 2008 menerima 1.057 karya yang dikirimkan oleh 274 jurnalis
dari sedikitnya 100 media yang beroperasi di Indonesia. Media-media yang
merajai nominasi tahun ini adalah Kompas dengan 6 finalis, Gatra dengan 5
finalis, dan 4 finalis dari Pantau (Aceh dan Jakarta).

SELAMAT UNTUK PARA PEMENANG!

5 comments:

lani marliani said...

Ayo ayo..jurnalis trubus jgn mau kalah!

lani marliani said...

Ayo ayo..jurnalis trubus jgn mau kalah!

laksita wijayanti said...

you know lah lan, even menang pun keknya gak ada sama sekali ucapan selamat dari big boss.....seperti pengalaman pengalaman kemaren.

sendiriajah kali said...

kau ko gada mbak?ups wartawan y?kau udh tgolong penulis y?

Tian OT said...

ada temanku dari gatra satu. :)