Tuesday, November 18, 2008

Singkong dan Kangkung untuk Keluarga Bakrie

Koran Tempo 17 Nov 2008

Singkong dan Kangkung untuk Keluarga Bakrie

"Ini oleh-oleh khas desa. Kami mau sowanan."
Berkostum hitam-hitam ala warok Jawa Timuran, Marwan berjalan terengah-engah melintasi deretan rumah di Jalan Ki Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin. Pundak lelaki tua itu mengusung pikulan bambu dengan beragam hasil bumi di kedua sisinya. Ada pisang, singkong, kelapa, dan beberapa ikat sayuran, seperti kangkung, bayam, dan kacang panjang.
"Ini oleh-oleh khas desa. Kami mau sowanan," kata Marwan kepada Tempo.

Oleh-oleh yang dipikul Marwan bukan untuk sowanan keluarga, juga bukan upeti laiknya bagi kepala desa. Hari itu, secara khusus, bersama 14 orang lanjut usia dari warga Kedungbendo, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Marwan mendatangi rumah berpagar besi tinggi di Jalan Ki Mangunsarkoro Nomor 42. Mereka hendak sowan dan menemui Nyonya Roosmiah Bakrie, ibunda Aburizal dan Nirwan Bakrie, yang menempati rumah itu.

"Kami ingin ngobrol panjang-lebar tentang kelakuan anaknya," ujar Marwan. Rekan-rekannya mengiyakan.
Bagi Marwan dan kawan-kawan, keluarga Bakrie tak mungkin lepas dari ingatan. Gara-gara luapan lumpur di ladang minyak dan gas yang dieksplorasi Lapindo Brantas Inc, perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh keluarga Bakrie, kehidupan mereka terampas. Semburan lumpur pada Mei 2006 menenggelamkan rumah dan lahan mereka. Kehidupan bertambah sulit ketika pembayaran ganti rugi, yang ditangani oleh PT Minarak Lapindo Jaya, kembali terlambat--mestinya dibayarkan Juli lalu.

Tak mau berdiam diri, Marwan, yang rugi hingga Rp 625 juta setelah dua rumah dan tanahnya digerus lumpur, bertekad mengadu kepada Roosmiah. "Istilahnya, kami ke sini mau bicara sesama orang tua," katanya. "Mudah-mudahan ibu mereka tergerak membantu dan mengambil tindakan pada anaknya yang bandel nggak mau bayar utang."

Namun, usaha Marwan dan kawan-kawan gagal. Si empunya rumah tak mau menerima. Uluk salam yang mereka sampaikan hanya disambut dingin para pengawal rumah, yang tampak angkuh di balik seragam safari hitam-hitam.
Tak ayal, di usianya yang mulai senja, para tetamu jauh itu harus kecewa. Ibu-ibu pun menangis dan bapak-bapak bersumpah serapah. "Tolong, Pak, kami ini hanya ingin bicara baik-baik. Ya, Allah...," ujar Rumaya terisak. "Lihat perhitungan di akhirat nanti," kata Sri, warga yang lain.

Selang sekian lama, isak tangis itu tak jua berjawab. Walhasil, dengan gontai, Marwan dan kawan-kawan meninggalkan rumah Roosmiah Bakrie. Mereka mengonggokkan begitu saja oleh-oleh yang mereka bawa di balik pagar rumah, sebelum akhirnya dipungut oleh seorang polisi.


NB: Dicari orang yang tau arti tanggung jawab.

20 comments:

weedy inzaghi said...

mba, pelajaran yg bisa kita petik dari kasus ini adalah, doa orang teraniaya emang bener dikabulkan sama Allah. sekarang buktinya pelan2 saham2 yg dimiliki perusahaaan bakrie mulai gak ada nilainya! anjrit juga nih orang, ak juga jadi emosi, gara2 mereka investasi di kantorku jadi jeblok bgt nilainya!!!
Allah Maha Bijaksana, bukalah pintu maafmu bagi keluarga bakrie dan panjangkan umur mereka biar bisa bertanggung jawab dulu di dunia sebelum Kau panggil untuk dihisab di alam kubur...

*hhh... marah sampe mukanya merah*

laksita wijayanti said...

hohohoh,ternyata hukum alam siapa yang menanam pasti memetik terbukti juga ya jeng?
sebenarnya kalo memang mau bertanggung jawab mereka mampu, kan kekayaannya berlipat lipat kali nilainya daripada kerugian penduduk porong
tapi tentu saja tidak mudah melepas kekayaan dan kenikmatan yang selama ini dinikmati......toh bencana lumpur lapindo bisa diubah jadi bencana nasional kan? kalo status ini dah dicape, lepas deh tanggung jawab lapindo brantas.

itulah jeng, dicari orang yang tau arti tanggung jawab

weedy inzaghi said...

hmm... makanya itu mba.. apalagi kemaren ak denger anaknya nirwan kawin sampe habis 20M. florist-nya aja yg biasa dipake oprah winfrey. plis deh, emang mereka pada gak bisa baca, ato udah buta dan tuli dengan jeritan penduduk miskin diluar sana? dengan jeritan yg minta ganti rugi karena lapindo.
btw, sebenernya lapindo bukan bencana, tapi human error, kemaren ak liat berita katanya setelah beberapa ilmuwan dari amrik dan eropa ternyata ada kesalahan prosedur dari pihak lapindo dlm mengerjakan pengeboran.
efeknya jadi luar biasa gini...
aduh capek deh...
terkutuk!!!

akyas tarmidzi said...

saya sudah lihat beritanya kemarin di tv yg ini.
kabarnya bakrie siap menjual sahamnya?
indikasi mau bangkrut?

laksita wijayanti said...

makanya mengherankan jeng, punya kemampuan untuk mengganti rugi tapi tetap saja mangkir.....

weedy inzaghi said...

katanya sih gitu pak akyas..
aduh t4ku rugi juga donk kalo buyback sahamnya pake harga pasar? gila nih keluarga bakrie... emang udah disumpahin sama orang banyak sih... jadi kualat mereka..... inilah yg disebut azab...

laksita wijayanti said...

kalo gak salah bakrie sedang mencari cari investor dari luar.

weedy inzaghi said...

iya kemaren meryl linch katanya udah sanggup tapi mereka mengundurkan diri juga... gak tau deh berita terbarunya...

laksita wijayanti said...

PHK besar besaran di ambang mata,,,,

Lenny Adziman said...

duhh..

weedy inzaghi said...

iya mba... untuk karyawan yg bekerja di perusahaan jaringan bakrie bersiap2 lah...

akyas tarmidzi said...

aluminya jadi TKI saja..

Vita Rumanti said...

Hidup korban lapindo.........!

mudah2an pintu kebahagiaan lain segera terbuka untuk mereka.

arif s said...

Si Engkong dan Eyang Kakung (?)

laksita wijayanti said...

MERDEKA!
moga moga diparingi kesabaran ya sodara sodara kita di Porong sana.

Peni Astiti said...

gitu mau jadi presiden... weks!

laksita wijayanti said...

Bakrie nyalonin jadi capres mbk?deuhh.......
o iya aku pernah diceritain ama temen kursusku di Pantau
dia kerja di bag humasnya Esia, perusahaan telkom di bawah bakrie
nah waktu mo launching produk di Surabaya mereka langsung pake brand Esia
bukan bakrie telkom, soalnya sentimen masyarakat sby sangat tinggi
bisa bisa kalo masuk pake nama bakrie...ancurrrr deh.

hananto sudibyo said...

kalo gitu sekalian jgn pake esia n produk bakrie yg laen....biar nyaho !!

arif s said...

(Nyari kalkulator, ngitung berapa rumah, berapa nyawa, berapa duit, berapa...berapa...? Multiply-ca(u)tion...

Vita Rumanti said...

*serius dengerin bu sita berorasi*