Monday, November 3, 2008

Komunitas Reading Bugs, Bikin Anak Suka Membaca (2)

sumber teks & foto: nova

Komunitas Reading Bugs, Bikin Anak Suka Membaca (2)

Apa yang dialami Yosephine (36) sepertinya tak jauh berbeda dengan Rossie. Sejak mengandung putrinya, Graciella (4), dia memang sudah senang membacakan cerita pada sang jabang bayi yang masih di perut.

Ochi, demikian Yosephine biasa dipanggil, mengaku berkenalan dengan komunitas Reading Bugs di sebuah mal di Jakarta, beberapa bulan lalu. "Saya senang sekali menemukan komunitas yang memiliki kesamaan visi dan misi dengan saya dalam membesarkan anak."

Apalagi, lanjut Ochi, manfaat dari read aloud memang besar sekali. "Memang, anak saya belum bisa membaca, tapi dia selalu senang bergaul dengan buku. Apa pun jenis bukunya, pasti selalu menarik perhatian dia. Terlebih yang banyak gambarnya," ujar wanita yang bekerja sebagai consultan engineering ini.

Selain itu, gara-gara aktivitas membaca ini, Graciella jadi sangat dekat dengan Ochi. "Sebelum tidur kami suka gantian membacakan cerita. Kalau malam ini jatah saya, besok malam pasti dia yang bercerita untuk saya. Dia mengulang cerita yang pernah saya bacakan dengan intonasi dan gaya bahasanya sendiri. Lucu sekali mendengarnya. Yang lucu, kalau satu malam saya absen membacakan dia buku, pasti besok paginya saya wajib membayar utang baca."

Daya ingat Graciella pun dirasa Ochi makin matang. Belum lagi penguasaan kosakata yang terbilang luar biasa untuk anak seusianya. "Bisa jadi itu karena memang sejak kecil saya rajin membacakannya buku, ya. Terutama saat melihat gambar, dia pasti langsung bisa menceritakan suatu peristiwa yang diingatnya mengenai gambar tersebut."
Hingga saat ini, buku yang dimiliki oleh siswi TK ini sudah tak terhitung lagi.

Belakangan, Ochi berencana membangun perpustakaan kecil di rumahnya, agar buku-buku putrinya tak tercecer ke mana-mana. "Kadang saya suka pusing ngeliat buku Lala (Graciella.Red) ada di mana-mana. Sekarang, saya sedang melengkapi koleksinya dengan buku-buku ensiklopedi yang ada versi bahasa Inggrisnya, supaya pengetahuan Lala terus bertambah."

Teknik membaca untuk anak:
1. Bacakan cerita dengan hati
2. Buat seekspresif mungkin (tertawa, meringkik, menangis, kaget, dll)
3. Jangan membaca terlalu cepat. Sesuaikan dengan kemampuan anak.
4. Gunakan teknik membaca fast, slow atau pause (dramatisasi cerita)
5. Jangan lupa untuk membacakan judul, penulis, dan ilustrator buku tersebut, untuk membentuk apresiasi anak pada karya sebuah buku.

Jenis buku cerita read aloud
1. Catalouge book. Untuk bayi di bawah 7 bulan.
Buku yang terdiri dari banyak gambar dan macam-macam bentuk saja.
2. Picture book. Untuk anak usia 7 bulan ke atas.
Tiap halaman terdiri dari gambar dan 2 baris cerita dengan huruf-huruf yang besar.
3. Long picture book. Untuk usia 3 tahun ke atas.
Terdiri dari 2-5 kalimat dan gambar.
4. Illustrated chapter book. Untuk anak usia TK yang sedang belajar membaca.
Sudah banyak tulisannya, gambar hanya sebagian kecil saja.
5. Short novel. Untuk usia SD, yang sudah bisa membaca.
Seperti novel ringan karangan Enyd Blyton, dll
6. Novel.
Ester Sondang

6 comments:

lina lathifa said...

Mbaak.. temenku ada yg jd relawan Reading Bugs ini, trus pernah pameran di PS. Sempet nengokin, dan sempet sedih karena mayoritas anak ditinggal di area baca sama bebi siternya, atau ada juga yang diajak buru-buru karena ibunya dah ga tahan liat diskon... Semoga bisa jadi pencerahan buat ortu. Atau kalau perlu dicerahin juga bebisiter nya.

laksita wijayanti said...

wow, iyakah mbk? waduh sayang sekali yah
eh mau dunk mbk alamat reading bugs ini

Vita Rumanti said...

Hi..hi...
jadi inget pas disuruh bacain cerita buat ponakanku.
Si ade makin seneng, klo kitanya maen drama2an.
Tapi paling bete juga klo mereka minta kita bacain berulang-ulang.
Aduuuuh bosen kaliii.

Padahal dulu aku juga gituin mamikuw. *nyadar dech*
Thank ya bu!

ilna sari said...

Aku join milisnya. Pendiri komunitasnya kebetulan kenalanku, mbak roosie setiawan, ada di mother and baby edisi terbaru kan, halaman 22.

ipe gandrung said...

ini dari Ladybird Books Ltd. nan termasyur itu bukan tah le?? kok logonya sama. kalo ladybird kan publisher klasik, kaya si Penguin ntu. kalo komunitas Reading Bugs ni ada hubungannya sama ladybird publisher loughborough ntu ga?

lina lathifa said...

mbak sita..alamatnya ga ada. ada juga situs ini http://readingbugs.org/ kontak & gabung milisnya untuk update info...