Wednesday, November 5, 2008

Jika Harus Menjadi Pasien Bedah

seperti pesen Jeng LIna, aku klik klik Mbah Gugel buat nyari info seputar dokter bedah
terus nemu blognya dr Lakshmi Nawasasi, sayang aku gak bisa komen soalnya bukan member blogspot.
salah satu tulisannya membahas soal kita memilih dokter bedah
sangat berguna buat nambah wawasan
Bu dokter ijin copas di Mp ku yaa...


JIKA HARUS MENJADI PASIEN BEDAH

1. Pilih Dokter Spesialis Bedah yang mantap di hati.
Mantap di hati maksudnya baru melihat dokter Bedahnya, kita langsung 'sreg' - percaya - yakin bahwa saya datang pada Dokter yang tepat. Untuk mencari dokter yang seperti ini, banyak tanya kepada rekan-rekan - tetangga - saudara yang kebetulan pernah menjadi pasien bedah. Pasti mereka akan merekomendasi coba ke dokter ini saja atau ke dokter itu saja dll. Banyak cari informasi melalui milist (mailing list), pasti banyak rekan senasib yang pernah jadi pasien bedah, cari informasi juga melalui majalah kesehatan popular yang sering menampilkan banyak nama dokter Bedah beserta keahliannya dan 'sepak terjang'nya. Dokter yang mantap di hati, komunikasi nya harus jelas, 'nyambung' jangan sampai ada miskomunikasi. Usahakan bertemu dengan dokter Bedah yang mau menjelaskan sedetail-detailnya segala kegundahan dan ganjalan yang kita rasakan. Mulai dari diagnosa penyakit, komplikasi, efek samping, keberhasilan terapi dll.

2. Memilih RS yang tepat. Dengan memilih RS yang "cocok"artinya RS yang dapat menuntaskan permasalahan kesehatan yang menimpa pasiennya, maka dokter Bedah yang bekerja didalamnya minimal juga akan cocok di hati pula.

Jika RS tsb "diduga"
a) jumlah pasien yang datang setiap harinya sedikit - RS nya sepi seperti kuburan hanya 1-2 pasien lalu lalang harus dicurigai !!

b) Jika dokter spesialis untuk 5 penyakit besar hanya tertulis "dengan perjanjian" di daftar nama dokter - inipun harus dipertanyakan

c) RS yang dalam perjalanan panjang baru menjadi RS juga harus di waspadai karena belum tentu sekarang ini ia betul-betul mantap menangani banyak kasus selayaknya RS, kecuali jika RS tersebut, fisik bangunan nya total di rubah dengan perubahan susunan orang-orang yang bekerja di dalamnya

d) RS pendidikan, harus sabar antri dan tabah jika diperiksa bukan oleh dokter yang dimaksud (karena tidak jarang kunjungan ke ruang periksa diwakilkan pada dokter yang lain) ; dan harus tabah jika sering di visit / dikunjungi oleh banyak dokter yang berganti-ganti ; kebaikannya di RS pendidikan, lengkap berkumpul dokter-dokter yang ahli di bidangnya masing-masing dan tentu saja dengan pengalaman yang luar biasa menangani banyak kasus.

e) RS dengan ISO bisa menjadi pilihan untuk menenangkan hati karena biasanya semua sistim yang berada didalamnya amat sangat menenangkan.


3. Ingatlah bahwa Setiap tindakan Bedah adalah berarti membuat luka baru pada tubuh. Jadi tindakan pembedahan (apapun) pasti dapat melahirkan komplikasi-komplikasi. Hal-hal inilah yang harus digali lebih banyak dari Dokter bedahnya, bagaimana kemungkinan komplikasi yang terjadi dan cara mengatasinya.

4. Harus banyak tanya tentang penyakit nya dan perkembangan terapi.

5. Harus patuh terhadap ketentuan yang diberikan oleh perawat di ruangan (jika harus rawat inap)

Ada yang pernah menjadi pasien Bedah ? mungkin ada yang mau ditambahkan ?

23 comments:

Nanda . said...

blom pernah jadi pasien bedah...

laksita wijayanti said...

aku dah pernah mbk, dan yang ditulis sama dr Laksmi itu emang bener loh.

akyas tarmidzi said...

aku jg blum pernah...mudah2an jangan..
btw TFS jeng...

Linda nicegreen said...

blm perna mbak dan semoga jangan sampe
coba mbak tanya ke mbak de --> http://masrafa.org

laksita wijayanti said...

same same pak.

laksita wijayanti said...

sama sama pak.

laksita wijayanti said...

wahhh sip sip
makasih yo mbk.

Arie - Bunda Icha Anakku Sayang said...

moga segera nemu ya mbak dokternya yang cucok..

laksita wijayanti said...

iya mbk, makasih.
rada khawatir juga neh, jangan jangan akarnya dah nyebar kemana mana
walopun di atasnya gak banyak berubah.

dina sudjana said...

jangan mau dah.. saya di bedah udah berkali-kali dan bikin badan kita cacad
kalau bisa diobatin yanglain mah mendingan milih yang lain aja.
pasca bedah nga bakalan bisa pulih seperti sedia kala.

akyas tarmidzi said...

tetap semangat ya jeng...^_^

laksita wijayanti said...

hihihihih, benar sekali mbk
aku pernah dapat 29 jahitan loh*kedip kedip*
tapi gara gara dokternya ahli banget bekasnya gak keliatan, alusssss tenan

laksita wijayanti said...

aku tetap semangat kok
tapi kadang kadang ngerasa down juga

akyas tarmidzi said...

pokoknya harus tetap semangat...hehe..

laksita wijayanti said...

heu heu heu

zki rizkika said...

wah jgn sampe dibedah2....serem....minum obatnya aja udah serem :( lebih serem lagi kalo yang nanganin masih belum pengalaman mba, paliiiiiiiiing serem lagi kalo aq yang nangain mba....huahahahahahaha :P ....yuk, permisi! *nunduk, nunduk*

laksita wijayanti said...

*manthuk manthuk aja ndengerin yang habis cuap cuap 2 milyar*

akyas tarmidzi said...

yg penting sukses saja operasinya ya jeng ginuk...

laksita wijayanti said...

tetep pake jait jait je kang.

akyas tarmidzi said...

ndakw apa2lah....daripada di lem?
hehe...

laksita wijayanti said...

lem UHU?/itu sih buat nempelin manik manik atuhh
kalo di mata aad metode laser kae kang
tapi kalo di bedah belom bisa pake gituan buat kasusku je.

Pemikir Ulung said...

udah dua kali jadi pasien bedah, bedah umum tapi, mm..sarannya apa ya?
sebenernya SOP nya untuk orang yang akan dibedah adalah dijelaskan prosedurnya oleh dokter atau perawat, jadi kita paham, tapi saya dulu ngga ada yang jelasin, jadi cuma bisa cemas sendiri. jadi sebaiknya tanya2 aja sama dokternya prosedurnya gimana, efek sampingnya, atau kemungkinan komplikasinya apa, gitu aja kali mba
memangnya anestesinya umum atau lokal?

laksita wijayanti said...

lokal kok pak, soalnya termasuk operasi kecil.
saya juga dulu pernah anestesi total, 6 jam.
thanks Allah dah berlalu
kalau yang sekarang paling gak sampai 1 jam an.