Thursday, October 23, 2008

Tujuh pertanyaan tentang uang sebelum melangkah ke pernikahan.

Barusan nemu artikel bagus di Mp nya mbk Rika
Mbak Rika, ikutan pasang yaaa......
tulisan ini ngebahas soal keuangan
urusan kecil tapi sensitif
biasanya saat menjalin hubungan sama seseorang, perkara yang satu ini rada terabaikan
*sebenernya pengen ditanyain tapi ogah ogahan gitu kali yeee*
nah masalah sering timbul saat dah resmi jadi suami istri
jika perbedaan pandangan dan pemahaman soal pengelolaan uang bisa berabe neh
soal ini pernah jadi cikal bakal keributan besar di keluargaku sendiri
kalo menurutku sih ini kerna gak ada rules/pembicaraan yang jelas n terbuka sebelum bapak n bunde menikah.
semoga aja deh keluargaku kelak bisa lebih baik menghandle soal ini
ya gak mas?*nanya ke seseorang*

selamat menelaah..............

Pernikahan adalah hari yang dinantikan bagi semua pasangan. Namun sayangnya, banyak pasangan muda ini terlalu menghabiskan fokus pada memilih gaun, gedung, cincin dari pada saling mencari tahu keadaan financial pasangannya satu sama lain. Percaya atau tidak, sebagian pernikahan yang hancur disebabkan oleh masalah keuangan. Untuk itu pertanyaan-pertanyaan berikut ini Anda harus tanyakan pada pasangan Anda sebelum memutuskan untuk menikah dengannya.

Apa yang menjadi pemasukan utama kamu?

Masalah uang adalah hal sensitif, hal ini membuat orang sangat tabu untuk membicarakannya dengan orang lain, bahkan dengan pasangannya. Jangan berasumsi jumlah pemasukan calon pasangan hidup Anda hanya dengan melihat pekerjaannya saja. Tanyakan berapakah gajinya, adakah pemasukan lain, siapa saja yang harus ditopang dalam keluarganya dengan penghasilannya?

Apakah ada rencana kedepan yang akan mempengaruhi penghasilannya?
Menjalani pernikahan, adalah sebuah perjalanan yang akan menghabiskan seluruh sisa hidup Anda bersama pasangan Anda. Untuk itu, tanyakan pada pasangan Anda apakah dia memiliki suatu rencana jangka panjang yang akan mempengaruhi pemasukannya? Contohnya mungkin memulai bisnis sendiri yang membuat dia harus berhenti bekerja sehingga kemungkinan tidak ada pemasukan selama beberapa bulan.

Berapa banyak hutang yang kamu punya?

Bicara mengenai pemasukan mungkin saja besar. Tapi pastikan, berapa banyak hutang yang dia miliki. Mungkin saja dia harus membayar cicilan mobil, rumah ataupun hutang kartu kredit yang cukup besar.

Apakah Anda berdua kedepannya akan memiliki satu rekening tabungan untuk berdua atau sendiri-sendiri?

Kebanyakan pasangan akan memiliki rekening bersama, tetapi ada juga yang memilih memiliki rekening sendiri yang bisa dengan bebas diaturnya. Ini perlu Anda diskusikan dengannya untuk mencapai kesepakatan.

Apa kebiasaannya dalam keuangan?

Apakah pasangan Anda tipe yang suka menabung atau memilih kredit untuk membeli suatu barang. Bagaimana caranya berbelanja, apakah dia biasa membuat buget atau membeli apa saja yang matanya lihat? Pastikan kebiasaannya tersebut Anda bisa terima, sehingga nantinya Anda tidak merasa tertekan dibuatnya.
 
Apa yang menjadi targetnya dalam keuangan?

Berapa banyak yang akan kalian tabung setiap bulannya nanti? Bagaimana rencana untuk pengsiun, dan juga biaya pendidikan anak serta asuransi kesehatan? Hal ini perlu direncanakan. Untuk itu tanyakan padanya, apakah dia memiliki target dalam pencapaian financial?

Apakah dia suka memberi? Apakah dia biasa memberi perpuluhan?

Jika Anda tipe murah hati, pastikan Anda tidak akan konflik dengan pasangan Anda ketika Anda dengan mudahnya mengeluarkan isi dompet untuk membantu orang lain, demikian juga sebaliknya. Selain itu, pemberian untuk perpuluhan dan persembahan ke gereja, apakah dia biasa melakukannya. Seberapa besar alokasi anggaran untuk memberi ini?

Semua pertanyaan diatas mungkin belum mencakup keseluruhan hal yang perlu Anda ketahui tentang masalah keuangan Anda dengan pasangan Anda. Namun paling tidak akan membantu Anda membuat kesepakatan yang diperlukan bagi Anda berdua. Selain itu, Anda bisa bertanya berbagai hal lain sebelum lebih jauh melangkah memasuki gerbang pernikahan.

Sumber : associatedcontent.com/VM






35 comments:

lina lathifa said...

haaduuh mbak sita... ga sekedar siap menebar undangan nih yaa... ngga ku-ku..
tapi memang setuju, harus dibicarakan terbuka dari awal tentang hal-hal sensitif: keuangan, kesehatan, kebiasaan2 dll.. biar manteeeppp... sip lah. ditunggu realisasinya. ga ditangisi deeeh.. hehehe

laksita wijayanti said...

hihihihih, soalnya dulu parah ributnya di keluargaku mbk
haduhh, beneran deh*ngelap peluh*

Wiwiek Sulistyowati said...

wah, menarik euy. Bener, masalah keuangan itu sensitif tapi penting bgt diobrolin sama pasangan sebelum memasuku jenjang itu. TFS yak :)

Zafirah Asy-syifa said...

aduuuuh...malu banget nih nanyain masalah ini sama si calon...nanti aja deh kalo dah walimahan...gmn? gpp khan??

laksita wijayanti said...

bolehhhhh, yang penting kudu terbuka jeng
moga lancar yah persiapannya..

laksita wijayanti said...

sami sami mbk Wiek.

adeq wie said...

iya...bener ini....makasih ya atas input'y :-)

Vita Rumanti said...

Jeng sita marsita...
Ini bagian dari persiyapan kita njo!
Sregep le siyap siyap.
Tak copy file-nya, nggo sinau.
Xi..xi..xi..

laksita wijayanti said...

ho oh, ho oh, makasih balik yah...

laksita wijayanti said...

Jeng Vita Marita,
coba direnungkan poin poin liyane yo
ben persiyapan kita mateng tenan
*jo nganti telat tebengane lhoo...*

Vita Rumanti said...

Siyap mbakyu! ^_^

*semangat 2008*

arnia arni said...

wah...kek nya dulu sebelum merit gak mikir sejauh ini deh....tapi mirip2 lah ya....
pertimbangan sellu ada tapi yang paling penting hati kita udah mantap....n nyaman untuk berada disampingnya selamanya sampe akhir hayat :D

laksita wijayanti said...

aminnn, moga langgeng sampe kakek nenek yaa...;))

laksita wijayanti said...

dah kampanye bwat jadi Mbak Koordinator Penebeng termaniezzz?

Vita Rumanti said...

lagi bikin tim sukses jeng!
Tapi dana kampanye minim.
mau minta sponsor ke majalah trubus ah.

kekekek

laksita wijayanti said...

nek kene nyumbang godong godongan nggo dekorasi panggung kampanye ae piye jeng?

Vita Rumanti said...

Hi..hi..
kayak pelaminan aja, banyak daon2 n bunga2nya.
Ntar aku malah dikira mau mantenan ini, bukannya kampanye.

nesia artdiyasa said...

pernah coba membicarakan sedikit masalah keuangan terutama untuk masa depan...., hasilnya kita mabok pusing....,akhirnya ngga tuntas.
Padahal emang mending maboknya sekarang daripada nanti kaget ya ngga?.
Tugasku sebagai BPK masih panjang.........

zki rizkika said...

antasari mania....... :P

zki rizkika said...

iya tuh mas...bener...makanya...*lg cari2 alesan liburan ke jogja :D ....abis yg lebaran batal gr2 tabungan dipake urusan sgt mendesak....turut mendukung :P* jogja! jogja! jogja!
**update**mbaeeee....sapi2 stuttgard-nya nda adaaaaaaa!!!! tp ada permen cokelat hihihihihi...

-- san diniarie --- said...

mesti prepare ya..

btw, kapan ?

Butik Geulis said...

setuju!!!!!!

aku dulu selain bahas uang, juga bahas masalah2 sensitif seperti:
- apa ntar setelah pnya anak masih boleh kerja
- kalo salah satu dr kita ternyata ga bisa punya anak, mau gimana?

dan seterusnya.. mending pusing di depan drpd di belakang..

soal malu.. emm... aku emang rada ga tau malu, hihihih...

istana sari said...

hi..hi...siapa nih yg lagi siap2x nebar undangan..laxita ya...

lina alwi said...

Ternyata tidak mudah mendiskusikan masalah keuangan dengan calon pasangan. Saya pernah menganjurkan pada seorang teman (pengusaha) untuk bicara ttg pengelolaan keuangan setelah menikah. Karena temanku (perempuan) itu pengusaha, dianjurkan supaya ada perjanjian pisah harta agar kalau ada apa2 di usahanya, harta keluarga gak ludes abis. Eh ternyata, caslon suaminya (waktu itu sebelum menikah) marah berat....!

Baru menikah 1 tahun, masalah pengelolaan keuangan keluarga mulai timbul...
NASIB deh...

laksita wijayanti said...

lohhhh jengg, kampanye sekarang musti beda lho
apalagi nek Jeng Vita pendukung Prabowo, pas banget tuh
nanti panggung kampanyenya kita hias puun pisang, tanaman bioetanol, kakao, wuihhh pokoke rame tenan jeng...piye, dil yah?

laksita wijayanti said...

BPK,? apaan tuh nes?
gak harus detil detil banget nes, paling gak kita sudah menyamakan persepsi tentang hal-hal mendasar, atau kalaupun emang beda gak bisa disatuin kita dah bersiap diri.

laksita wijayanti said...

waks?????apa ki???jadi nesia ngefans ama pak antasari?????kikikiki, Yang Mr R dikemanain tuh??

laksita wijayanti said...

Tenanggg, ki mah jadi pengiring penganten dah kubookingin tempat pokoknya..hihihihih, apaan coba?

laksita wijayanti said...

iya jeng.....
kapan? Insya Allah semoga dilancarin...amin.

laksita wijayanti said...

waks, keknya aku musti berguru langsung ke senior neh......

laksita wijayanti said...

kalo lebaran maren abis nebar angpaw mbk, hihihih

laksita wijayanti said...

Betul mbk, karena gak setiap orang punya karakter yang sama soal ini, bisa terbuka
tapi demi kelanggengan dan kebahagian selanjutnya mau gak mau kudu dibicarain
aku trauma ama pengalaman di keluargaku mbk

Astrid Febriani said...

Thanks a lot infonya..jd buat pengetahuan dan pecutan utk tau masalah paling sensitif cln pendamping qt..biar g kaget n bikin perang dunia..thx ya infonya..kl ada lg topik menarik ky gini.share lagi ya

laksita wijayanti said...

sama sama mbk, saling berbagi yaa;))
senang berjumpa dengan mbk yesha;))

Vita Rumanti said...

Mantab....
Berbakat jadi jurkam nampaknya.

Boleh, jadi biaya dekornya gratis to?? Kan sponsor. Minta kompensasinya jgn gede2 yg jeng.

*tambah ra nggenah reply-ne*