Monday, October 13, 2008

Electrical Shiatsu Therapi


Oleh Laksita Wijayanti

    Said Mukhtar terlihat bugar saat menyambangi rumah di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan itu.   Deretan anak tangga menuju ruang praktek Hendro Sagoro, ahli electrical Shiatsu Therapy, dengan mudah dilalui.  Padahal, beberapa bulan yang lalu untuk berjalan pun kakek berusia 80 tahun itu harus dipapah.  Kadar gula tinggi, kolesterol tinggi, dan asam urat tinggi hanya sedikit dari vonis dokter di RS Harapan Kita.  Jantung sering berdebar tak karuan lantaran darah tak lancar mengalir.  Hasil CT Scan menunjukkan terjadi penyempitan pembuluh darah hingga 75%. 

    Itu beberapa bulan lalu.  Kini Said sudah bebas melangkah.  Pemeriksaan di RS Cipto Mangunkusumo menegaskan fakta bahwa kini Said dalam kondisi sehat dan prima.  Itu berkat “kiriman” listrik dari Hendro Sagoro.  Hendro melakukan terapi pada tubuh Said menggunakan kemampuannya untuk mengalirkan listrik.  Kerak-kerak biang penyempitan pembuluh darah dibersihkan dengan kiriman ion-ion dari Hendro.  Dengan cara itu Said bisa menghindari operasi katerisasi di jantungnya. 

    Inti terapi listrik ala Hendro adalah melancarkan peredaran darah, mengaktifkan ion-ion dalam tubuh, dan memperbaiki kulitas darah.  Satu kali sesi pengobatan hanya berlangsung ½--1 jam.  Selama itu hendro akan mengalirkan listrik di sekujur tubuh pasien, melalui simpul-simpul syaraf di tangan, kaki, kepala, punggung, atau leher.  Pasien yang datang beragam, mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat negara dan artis ibukota.  “Rasanya seperti senutan,” ujar Rasyid karyadi, salah seorang pasien yang sore itu sedang antri menunggu giliran.  Jumlah pasien yang sembuh, tidak terhitung lagi.  Tidak heran jika di kota-kota macam Bandung, Makassar, Samarinda, Bontang, Sukabumi, dan malang pasien hendro berjubel. 

    Perkenalan Hendro dengan terapi listrik bermula di tahun 2003.  Awalnya vonis dari dokter jantung.  Penyumbatan di jantung menyebabkan Hendro hampir menjalani operasi by pass di RS Jantung Harapan Kita.  Tapi ia menolak, disamping tidak pernah terlintas sebelumnya, operasi itu memerlukan biaya yang tidak sedikit.  Akhirnya Hendro mencoba pengobatan alternatif, terapi listrik yang diperkenalkan Gus Ut di Surabaya.  Lewat cabang di Malang Hendro diterapi.  Ternyata setelah diterapi beberapa kali kondisi jantungnya membaik.  Operasi By-Pass urung dilakukan. 

    Kesembuhan itu menarik Hendro mempelajari terapi listrik.  Kebetulan laki-laki asal Yogyakarta itu cukup mengerti seluk beluk anatomi manusia karena sempat bekerja di perusahaan obat.  Dengan gabungan pengetahuan itu plus terapi listrik ia sanggup memeriksa kadar asam urat, gula darah, jantung, dan kolesterol. Kriterianya tinggi, sedang, sedikit.  Ini dilihat dari respon tubuh kita saat dialiri arus listrik.  Jika kejutan listrik langsung terasa, Insya Allah berarti badan kita sehat atau kadar penyakit belum terlalu tinggi.  Tapi jika sudah kebas? wah berarti sudah tingkat tinggi parahnya.

    Cara Pak Hendro memastikan positif atau tidaknya asam urat juga unik.  Lutut pasien disentuh. Jika asam urat negatif pasien pasti langsung merasakan kejutan listrik di tempurung lututnya.  Jika positif, tidak bakal terasa apa apa. itu artinya sudah terjadi blokade oleh timbunan purin.

    Mulai umur 20 tahun, terjadi penumpukan di pembuluh darah oleh kotoran asal asam urat, gula, dan kolesterol.  Penumpukan ini menimbulkan munculnya kerak di dinding pembuluh darah. Medan magnet dapat membersihkan kerak-kerak ini.  Hasil akhirnya, pembuluh darah bersih, darah lancar mengalir, asupan darah ke jantung cukup, kerja jantung memompa makanan lebih optimal.

    Dengan kemampuannya itu pasien yang datang ke tempat prakteknya di Jakarta terus bertambah.  Ia bisa praktek dari pukul 5 pagi hingga pukul 2 dinihari.  Pasien yang berobat mulai dari masyarakat umum, pejabat tinggi, hingga artis.  Keluhan yang dihadapi juga beragam, namun kebanyakan diabetes atau penyakit gula.  Di Yogyakarta pria yang tampak awet muda ini hanya menerima therapi jika waktunya tidak bertabrakan dengan acara keluarga. “ di jogja kan saya istirahat mbk, waktu buat keluarga, jadi kalo istri saya tiba tiba ngajak ke pasar ikan ya saya langsung caow, makanya di sini pasien kudu nelpon dulu,” ujarnya.  Setiap tanggal 2-12 setiap bulan Hendro pulang kampung ke rumahnya di kawasan Pojok Beteng Wetan.  Sisanya, ia berpraktek di Jakarta.

    Saya pribadi mengenal Pak Hendro Sagoro saat liputan pengobatan alternatif. Waktu itu kami ngobrol di tempat prakteknya di Permata Hijau, Jakarta Selatan.  Tanggal 6 oktober lalu, saya berkesempatan lagi untuk bertemu bahkan berkunjung dan berkenalan dengan keluarga Pak Hendro.  Kali ini karena saya membawa Bunda untuk berobat. 

    Tidak mudah mencari tempat tinggal Pak Hendro. Paling tidak bagi aku dan bunda yang buta daerah jogja selatan. Cuma kata pojok beteng wetan yang agak familiar. Sisanya, mblosok ke kampung-kampung, sampe-sampe sempat salah ditunjukkan ke ahli pengobatan mistis...............hiiiiiiiiiiii.  Baru pas pulang ketahuan, cukup naik trans jogja sekali dari maguwo/terminal condong catur turun di halte museum perjuangan. Sambung dengan naik becak.

    Seperti pernah saya ceritakan di MP, Bunda didiagnosis terkena diabetes dan kolesterol tinggi.  Walaupun sudah menjaga pola makan dan rutin mengkonsumsi obat namun keluhan nyeri di kaki sering Beliau lontarkan.  Ini yang bikin saya khawatir.  Kalau Bundaku sendiri khawatir ia terkena asam urat.

    Hendro punya cara pandang berbeda dalam mengobati diabetes.  Dalam pengobatan konvensional, penderita diabetes seperti melakukan kontrak mati.  Diabetes tidak bisa disembuhkan hanya bisa dikontrol.  Sepanjang sisa hidupnya ia harus berdamai dengan diabetes.  Pasalnya kerja sel beta pankreas tidak sempurna.  Tapi bagi Hendro, diabetes bisa diatasi.  Caranya dengan mengaktifkan ion-ion yang berada dalam tubuh manusia.  Bagaimana mengaktifkannya? Melalui setrum listrik.  Menurut hendro, dokter mengobati pasien diabetes dengan cara kimia, sedangkan ia dengan fisika.

    Secara normal tubuh manusia mengandung ion yang mengaktifkan kerja sel beta yang menyebar di seluruh tubuh, termasuk di pankreas, hati, dan jantung.  Di permukaan sel terdapat kanal (klep) tempat terjadinya reaksi NaKCa dengan glukosa.  Dan penggerak klep-klep itu adalah listrik. 

    Bagi penderita diabetes melitus tipe 2 (karena pola makan), pekerjaan sel beta pankreas semakin berat karena asupan glukosa, karbohidrat, minuman manis yang berlebih.  Lama-kelamaan pankreas tidak sanggup lagi bekerja normal.  Produksi insulin terhambat.  Transfer ion dari Hendro mengaktifkan ion-ion dalam sel beta pankreas agar organ ini bisa bekerja seperti semua. 

Uji ilmiah
    Terapi listrik ini sempat diuji coba secara ilmiah di Universitas Gajah Mada.  Hasil penelitian menunjukkan listrik mengandung ion, medan magnet, dan laser yang bermanfaat bagi tubuh.   Medan magnet berperan dalam mendeteksi, merelaksasi, dan melenturkan pembuluh darah.  Teori-teori ini dijelaskan Hendro kepada pasien selama proses pengobatan.  Satu kali sesi pengobatan berlangsung ½--1 jam. 

    Bunda diminta duduk di bangku, berhadapan dengan Hendro.  Sepasang kaki Hendro menginjak lempengan tembaga berukuran 6 x 6 sentimeter yang terhubung dengan sumber listrik melalui kabel-kabel kecil.  Melalui jari-jari tangannya, listrik dialirkan ke tubuh pasien.  Hanya melalui sentuhan di tangan, kepala, kaki pasien akan merasakan sensasi bergetar.  Dengan listrik itu Hendro menyentuh simpul-simpul syaraf lawannya.  Jangan heran jika melihat tangan yang bergerak sendiri tanpa kemauan pasien, jari jari mengeriting, atau bibir yang mencong.  Itu adalah cara Hendro melakukan scaning (pemeriksaan, red) dan peremajaan.  Peremajaan karena kerak-kerak yang menempel di sepanjang pembuluh darah akan terlepas. 

    Kalau Anda punya gejala yang sama dengan bundaku: kaki semutan, nyeri, kebas, bengkak maka itulah gejala gangguan gula darah.  Kalo gejalanya ada di leher baru namanya kolesterol.  Kolesterol kan berhubungan dengan minyak, berat jenis minyak ringan.  Di dalam tubuh kita yang mayoritas terdiri dari air, minyak itu akan naik ke atas.   Kalo diabetes kan gula, coba perhatikan di gelas gula pasti turun ke bawah kan? nah sama prosesnya dengan di tubuh kita.

    Jangan menyangka proses therapi berlangsung kaku.  Justru di momen inilah biasanya terjadi sesi komunikatif antara pasien dan therapis.  Aku perhatikan Pak Hendro selalu mengingatkan pentingnya hidup sehat,salah satunya menjaga makanan dan berpikiran ikhlas.  Terapi tidak akan berhasil banyak jika sesudah therapi pasien tidak menjaga pola makannya.  Ibaratnya sia-sia saja kerak kerak di pembuluh darah disembuhkan, kalau kita malah menumpuk lagi.  Menurut Hendro tidak perlu diet ketat macam kolesterol, diet asam urat, atau diet gula.  Cukup berhenti sebelum kenyang. itu saja.  Sesuai banget kan sama ajaran islam?1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air, 1/3 untuk udara....Subhanallah.

Bunda, semoga cepet sembuh yah
sita sayang bunda..........muachhh.

---sekian---


foto: bunda lagi sesi therapi shiatsu listrik, Yogyakarta 6 Oktober 2008.

10 comments:

akyas tarmidzi said...

aku pernah terapi kejut listrik...langsung dag dig dug jantungku.
ternyata ndak sengaja kesetrum...hehe..

laksita wijayanti said...

whakakaka itu sih bukan therapi dung kang Akyas
kalo di pak Hendro, besar kecilnya aliran listrik yang masuk ke tubuh kita diatur
nyesuein ama kebutuhan kita
aku pernah nyoba, gak sekaget kalo kesetrum pas nyolokin kipas angin kok

south-east star said...

pasti geli2 gitu ya...

laksita wijayanti said...

cekot cekot gitu........

Theodorus Sinaga said...

wah kayanya menarik, ibuku jg diabetes..tolong alamat dunk.thx

laksita wijayanti said...

bentar aku Pm yaaa......bentar.

dihin nabrijanto said...

mbak . . boleh dong minta alamatnya mas hendro baik yang dijogja maupun di jakarta, kalau bisa sekalian nomor telp
trims sebelumnya . . saya butuh banget untuk ibu dan istri saya , , , thanks sebelumnya

rully n said...

mba boleh dong aku di pm no telp and alamat terapis diatas, makasih ya.

purwanti setia said...

minta alamat prakteknya yg di jkt boleh gak?

Lutfi Hanif Mushlich Smile said...

Mbak, aku pernah berobat ke pak hendro. Kan harus buka baju trus tubuh kita diusap2 gitu ya. Hampir seluruh tubuh..... Kalo untuk cewek gimana ya? maksud saya apa juga harus buka baju dan diusap2 juga?