Friday, September 5, 2008

Kecewa Padi Promosi

Kecewa Padi Promosi Presiden, Warga Bakar Sawah
http://www.radarcir ebon.com/ kota-wali- 555.html

Panen Gagal, Penanggung Jawab Kabur

PURWOREJO - Berharap untung, malah buntung. Itulah yang dialami ratusan
petani Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Tergiur tawaran padi jenis unggul Super Toy dari PT SHI (Sarana Harapan
Indopangan) yang menjanjikan panen empat kali semusim, ratusan petani
berlomba-lomba menanamnya.

Namun, bukan limpahan bulir padi yang didapat. Padi yang pernah dibanggakan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat panen perdana pada 17 April 2008 itu
justru puso alias kopong. Akibatnya, ratusan petani dari 54 kelompok tani
rugi ratusan juta rupiah untuk biaya tanam yang berlangsung selama satu
tahun. Karena ingin mendapatkan kompensasi atas kerugian itu, kemarin
ratusan petani membakar puluhan hektare sawah mereka. Termasuk padi yang
dalam kondisi rusak dan tidak layak untuk dipanen itu.

Kepada Radar Jogja (Grup radar Cirebon), Sardi (55) seorang petani yang
rugi, menceritakan, penanaman padi Super Toy dilandasi ajakan Bupati
Purworejo Kelik Sumrahadi setahun lalu. "Pak Kelik mengatakan kepada kami
bahwa telah ditemukan padi bibit unggul bernama Super Toy, temuan orang
bernama Iswahyudi dari Jogjakarta," ujarnya. Keunggulan Super Toy, menurut
bupati, adalah bisa panen hingga tiga kali tanpa perlu menanam kembali.
Produksinya di atas 10 ton per hektare.

Warga semakin percaya dengan promosi Bupati Kelik setelah orang nomor satu
di Purworejo itu mampu menghadirkan pucuk pimpinan negeri ini untuk
melakukan panen perdana pada lahan seluas 103 hektare di Desa Grabag pada 17
April lalu. Presiden SBY memimpin langsung acara potong padi bersama anggota
kabinetnya. Waktu itu datang, antara lain, Menko Kesra Aburizal Bakrie,
Mendagri Mardiyanto, Mensesneg Hatta Radjasa, Mentan Anton Apriyantono, dan
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Juga ada Gubernur Jawa Tengah Ali
Mufidz.

Tidak heran, acara yang diliput media nasional itu mendorong ratusan petani
untuk penanaman secara serentak dan besar-besaran. Panen pertama cukup
berhasil dan meraih keuntungan. Namun, pada pertengahan 2008.di tengah jalan
tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba PT SHI mengganti sebagian padi Super Toy
dengan padi jenis Singgang. "Setelah berjalan lebih dari tiga bulan, dengan
sebagian padi diganti jenis Singgang, akibatnya malah semua padi rusak dan
puso," cerita Sardi.

Petani bingung. Apalagi PT SHI tiba-tiba lenyap dan tidak ada lagi kontak
dengan para petani. Akhirnya, kesabaran ratusan petani habis kemarin hingga
mereka membakar lahan pertanian tersebut.

Di sela aksi, Kepala Desa Grabag Gandung meminta pertanggungjawaban PT
SHI. "Kalau perlu Pak Bupati harus ikut memikirkan nasib kami yang rugi
ratusan juta," tegas Gandung. (CW6/jpnn/kim)

Padi Promosi SBY Diprotes
PT SHI Salahkan Petani

http://www.detiknew s.com/read/ 2008/09/04/ 131113/1000257/ 10/pt-shi- salahkan- petani
Indra Subagja - detikNews

Jakarta - Padi yang dipromosikan Presiden SBY mengalami gagal panen. Padi
itu diketahui diproduksi PT Sarana Harapan Indopangan (SHI). Sang pimpinan
perusahaan pun menolak dipersalahkan. Yang salah petani.

"Itu karena kami sudah tidak mendampingi lagi," kata CEO PT SHI Iswahyudi
saat dihubungi lewat telepon, Kamis (4/9/2008).

Dia menjelaskan, dahulu perusahaannya menawarkan kerjasama kepada petani
untuk menanam Supertoy. Dan dijanjikan, bila tidak memenuhi hasil maksimal
setiap lahan akan diganti gabah 13 Juta per hektar. Dan PT SHI melakukan
pendampingan pada Desember 2007 hingga panen pertama April 2008, terbukti
hasilnya bagus. Tapi karena ada satu dan lain hal pihaknya balik kanan
meninggalkan petani.

"Yang periode pertama 100 persen kita dampingi, mulai dari pupuk sampai
benih dan hasilnya relatif bagus. Tapi setelah panen tidak disetorkan kepada
kita, di luaran justru banyak yang jual Supertoy," jelas Iswahyudi.

Dari estimasinya, setiap 1 hektar lahan menghasilkan 7 ton gabah. Tapi yang
disetorkan kepadanya oleh petani hanya 2-3 ton saja.

"Kita ini swasta berpikirnya bisnis. Begitu melihat hasil panen tidak
disetor, saya tidak mau ribut. Kita cari lagi tempat di mana kira-kira
secara bisnis kondusif," jelasnya.

Padi temuan Tuyung Supriyadi itu lanjut Iswahyudi, kini ditanam juga di
Madiun, Ponorogo, Sulawesi, dan sebagian Sumatera. "Coba Anda lihat saja
sendiri ke sana. Di daerah itu sudah panen kedua dan hasilnya bagus, seperti
Rojolele. Itu karena kita dampingi. Sekarang dari luar negeri juga sudah
tertarik," urainya.

Dia justru menengarai kala didampingi dahulu, petani Purworejo tersebut
tidak mau belajar dan mengerjakan sendiri. Padahal padi ini dengan hanya
sekali tanam bisa 3 kali panen.

"Saya denger isu petani tidak mengerjakan sendiri tapi membayar pihak lain
(KPT)," tandasnya.(ndr/ iy)

9 comments:

Margono M. Amir said...

Jangan-jangan yang dipanen waktu itu padi kopong!

akyas tarmidzi said...

mesaknya...

ipe gandrung said...

weh iyo ki.. maren di tv, petani di grabag pada obong2an.. kui cedak nggonku le! wahhh coba aku melu yah! pasti ruame tenan kui, tak obong sisan para petani.. "bakar pak!! hajarr!!! sikaatttt!!!* hekekekekkk... *siyap2 dikepruki pak lurah*

laksita wijayanti said...

Pakdhe: aku lupa pakdhe waktu itu SBY ikut sampe perontokan gak ya.....kalo cuma potong padi keknya gak bakal ketahuan deh

Akyaz: dari dulu sampe sekarang kaum petani kita selalu termarginalkan

Gandroenk: gerwani sisan cah iki...

ana ^^ said...

setuju mba laksita, kasian petani kita dari dulu selalu termarjinalkan.. padahal katanya kita ini negara agraris. binun sayah..

yeaah mari kita teriakkan: HIDUP PERTANIAN INDONESIA!!! ^^/

akyas tarmidzi said...

jadi teringat jaman ikutan demo reformasi agraria dulu...

LAND REFORM!

laksita wijayanti said...

Khana: ho oh mbk, yang aneh sekarang saling lempar tanggung jawab
mentri pertanian bilang, kalo super toy itu baru varietas uji coba
nah lho, kalo emang baru tahap penelitian ngapain itu pake panen raya dihadiri SBY segala????duhh pak Mentan,jadi deptan ngapain aja selama ini?mana tugas monitoringnya...
terus pak SBY juga, kok bisa bisanya setuju buat panen raya, petani kan dah silau kalo bawa bawa nama presiden jadi maklum aja mereka dengan mudah setuju buat nanem...
nah coba kita liat siapa yang bakal terseret ke meja hijau...

pak akyaz: petaninya juga jadi demo demo sekarang...

agung nugroho said...

Episode 2 setelah blue energy

laksita wijayanti said...

betul sekali, 2x tertipu oleh orang yang sama......